Jika ada satu dapur bermasalah, korbannya tidak akan sampai ribuan anak.
Tentu dapur kecil bukan berarti boleh jorok. Kebersihan dan standar keamanannya harus tetap ketat. Yang diperkecil itu kapasitas masak fisiknya, bukan standar kebersihannya.
Jangan Sampai Program Ini Cuma Dinikmati Orang BerModal Besar
Ada hal penting lain yang perlu diperhatikan: siapa yang sebenarnya menikmati uang dari proyek MBG ini?
Untuk membuat dapur berkapasitas ribuan porsi, butuh modal yang sangat besar untuk sewa tempat, beli alat masak modern, menyediakan mobil pengantar, dan bayar banyak pegawai. Otomatis, cuma pengusaha kaya yang sanggup membukanya. Usaha katering kecil, warung makan, kantin sekolah, dan koperasi warga akhirnya cuma bisa jadi penonton.
Padahal, program ini menggunakan uang rakyat dalam jumlah raksasa. Sangat disayangkan kalau keuntungan utamanya justru kembali ke orang-orang yang dari awal sudah kaya.
UMKM Jangan Cuma Jadi Pemasok Bahan
Memang betul, petani dan peternak lokal bisa ikut jualan sayur atau telur ke dapur MBG. Itu hal yang baik, tapi belum cukup.
Masyarakat jangan cuma dijadikan penjual bahan baku, tetapi juga diberi kesempatan untuk mengelola bisnisnya. Jika dapur 3.000 porsi dipecah menjadi 6 dapur kecil berkapasitas 500 porsi, pengusahanya bisa lebih bervariasi. Usaha katering lokal, kantin sekolah, BUMDes, hingga pengusaha muda di daerah bisa ikut membuka dapur. Jadi, bukan cuma makanannya yang dibagi, rezekinya juga ikut terbagi.
Pimpinan Baru, Saatnya Ubah Cara Pandang
Pergantian pimpinan di BGN harus jadi momen untuk merombak sistem ini secara menyeluruh. Jangan cuma sibuk menutupi dapur bermasalah atau menambah tumpukan aturan baru.
Kalau kasus keracunan terus berulang, kecilkan kapasitas masak dapurnya.
Kalau pengusaha kecil susah ikut, turunkan syarat modalnya.
Kalau keuntungan cuma berputar di orang kaya, bagikan kesempatan usahanya ke warga daerah.
Masa depan program MBG seharusnya tidak didominasi oleh dapur-dapur raksasa. Lebih baik ada banyak dapur kecil yang tersebar di dekat sekolah, dikelola oleh warga lokal, diawasi dengan standar kebersihan yang ketat, dan memakai bahan baku dari daerah sekitar.
Artikel Terkait
Sesar Naik Flores Pemicu Ribuan Gempa Susulan di NTT, Warga Panik
Kontras Bantuan Gempa NTT, Pemerintah Kirim 253 Ton Tapi Warga Minim Logistik
Pengungsi Berhamburan Keluar Tenda Saat Gempa Susulan Mag 5,7 Guncang Manggarai NTT
Emak-emak dan Bayi Pengungsi Gempa NTT Teriak Minta Bantuan, Pemerintah Klaim Kirim 253 Ton Logistik
Kebakaran Lahan Kalimantan Sentuh 32 Ribu Hektare, Kalbar Terparah