• Kamis, 4 Juni 2026

Sandrina Malakiano, Transformasi Karier dari Presenter ke Konsultan Politik dan Penyanyi

.
Dwi Rahayu Putri, Sulawesi Today
- Minggu, 24 November 2024 | 17:44 WIB
Kisah Sandrina Malakiano: dari presenter berita hingga penyanyi, ia terus menginspirasi lewat album AIR yang menggambarkan kekuatan perempuan. (Dwi Rahayu Putri)
Kisah Sandrina Malakiano: dari presenter berita hingga penyanyi, ia terus menginspirasi lewat album AIR yang menggambarkan kekuatan perempuan. (Dwi Rahayu Putri)

Sulawesitoday - Pada usia 53 tahun, Sandrina Malakiano membuktikan bahwa perjalanan hidup selalu menyimpan kejutan. Mantan presenter berita yang dulu akrab di layar kaca ini, kini menapaki babak baru dengan meluncurkan album perdananya, AIR.

Album ini, yang berisi delapan lagu karya musisi ternama Indonesia, bukan sekadar musik. Ia adalah cerita tentang perjuangan, cinta, dan kekuatan perempuan yang sering terabaikan.

Baca Juga: Momen Lucu di Jayapura, Pemalak Tak Tahu Mobil yang Ditarget Berisi Pasukan Brimob

"Melalui AIR, saya ingin mengingatkan bahwa perempuan memiliki kekuatan luar biasa, meski sering tak disadari," ujar Sandrina saat peluncuran album.

Langkah ini, meskipun mengejutkan bagi sebagian orang, adalah evolusi alami bagi Sandrina yang sejak kecil sudah akrab dengan dunia seni. Tidak banyak yang tahu bahwa saat masih duduk di bangku SD, Sandrina sudah tampil di TVRI Denpasar.

Baca Juga: Gagal Dikremasi, Pria Muda di India Ini Hidup Lagi Setelah Dokter Nyatakan Meninggal

Ia menyanyi, menari, bahkan menjadi bagian dari acara televisi lokal. Namun, siapa sangka perjalanan itu akan membawanya menjadi salah satu jurnalis dan presenter paling dihormati di Indonesia?

Perjalanan Karier: Dari Metro TV ke Konsultan Politik

Sebagai seorang presenter, Sandrina memulai debut nasionalnya di Anteve dan TVRI. Namun, namanya mulai dikenal luas ketika bergabung dengan Metro TV pada tahun 2000.

Baca Juga: Mayat Misterius dan Kertas Tamam Shud, Teka-Teki Tak Terpecahkan Pantai Somerton

Dalam enam tahun masa baktinya di sana, ia tak hanya membawakan berita, tapi juga meraih berbagai penghargaan, termasuk kategori Best News Presenter di ajang Asian Television Awards. Kariernya yang cemerlang di dunia jurnalistik menjadi bukti dedikasinya pada profesi ini.

Namun, pada 2006, ia mengambil keputusan besar: meninggalkan layar kaca. Banyak yang bertanya-tanya pada saat itu, apa yang mendorongnya mundur?

Baca Juga: Hebat atau Berisiko? Ibu Hamil Ini Menyetir 26 KM Demi Hindari Bahaya

Ternyata, itu adalah bagian dari perjalanan baru. Ia memutuskan untuk menjadi konsultan politik, sebuah profesi yang kini membuatnya dihormati di bidang tersebut. Sebagai Deputy CEO di PolMark Indonesia, Sandrina telah terlibat dalam berbagai kampanye politik besar di Indonesia.

Halaman:

Editor: Dwi Rahayu Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Misteri Triliunan, Menguak Jejak Kekayaan Haji Isam

Rabu, 12 Februari 2025 | 18:29 WIB