• Selasa, 21 Juli 2026

Gagal Dikremasi, Pria Muda di India Ini Hidup Lagi Setelah Dokter Nyatakan Meninggal

.
Nur Rafiqa, Sulawesi Today
- Minggu, 24 November 2024 | 12:58 WIB
Pria di India hidup lagi saat akan dikremasi, mengungkapkan kelalaian medis yang serius. Tiga dokter diskors akibat insiden tersebut. (Nur Rafiqa)
Pria di India hidup lagi saat akan dikremasi, mengungkapkan kelalaian medis yang serius. Tiga dokter diskors akibat insiden tersebut. (Nur Rafiqa)

Sulawesitoday - Momen yang mendebarkan terjadi di Jhunjhunu, Rajasthan, India, ketika seorang pria yang dinyatakan meninggal dunia, tiba-tiba bergerak sebelum upacara kremasinya dimulai. Pria tersebut, Rohitash Kumar yang berusia 25 tahun, awalnya dibawa ke rumah sakit setelah mengalami serangan epilepsi.

Namun, cerita yang seharusnya berakhir dengan kesedihan mendalam justru berubah menjadi keajaiban yang mengejutkan banyak orang.

Baca Juga: Keracunan Alkohol Massal di Laos, Negara Barat Berlakukan Peringatan Keras untuk Turis

Kamis, 21 November 2024, Kumar, yang tinggal di sebuah panti jompo khusus di Jhunjhunu, mengalami kesulitan bernapas setelah serangan epilepsi yang cukup parah. Ia segera dilarikan ke rumah sakit terdekat.

Setibanya di sana, dokter mencoba melakukan resusitasi jantung paru (CPR), namun EKG menunjukkan detak jantung yang datar. Berdasarkan hasil tersebut, dokter menyatakan Kumar meninggal dunia.

Baca Juga: Drama Bali Nine Berlanjut, Indonesia Sepakat Pulangkan Lima Terpidana Narkoba ke Australia

Tanpa melakukan autopsi untuk memastikan penyebab pasti kematian, jenazah Kumar dipindahkan langsung ke kamar jenazah rumah sakit distrik Bhagwan Das Khetan (BDK). Dari situ, ia dibawa ke krematorium dan dibaringkan di atas tumpukan kayu untuk menjalani upacara kremasi sesuai ritual Hindu.

Keajaiban di Krematorium: "Kami Semua Terkejut"

Namun, beberapa saat sebelum api dinyalakan, sesuatu yang tak terduga terjadi. Salah satu saksi yang berada di lokasi melihat tubuh Kumar bergerak. “Situasi itu sungguh ajaib. Kami semua terkejut. Ia dinyatakan meninggal, tetapi ia masih bernapas dan hidup,” kata salah seorang saksi di krematorium yang tidak bisa menyembunyikan rasa herannya.

Baca Juga: Bengkulu Geger! KPK Tangkap Tangan, Pejabat Terkait Pendanaan Pilkada Diselidiki

Kumar segera dilarikan kembali ke rumah sakit, di mana ia ditempatkan di unit perawatan intensif. Sayangnya, meski berbagai upaya medis dilakukan untuk menyelamatkan nyawanya, kondisi Kumar tak membaik. Ia kemudian dipindahkan ke rumah sakit yang lebih besar, Sawai Man Singh di Jaipur, namun ia dinyatakan meninggal dunia setibanya di sana.

Kelalaian Medis yang Fatal: Tiga Dokter Diskors

Kasus ini langsung memicu gelombang kritik terhadap pelayanan medis di rumah sakit distrik Jhunjhunu. Hasil penyelidikan mengungkapkan bahwa laporan postmortem Kumar dibuat tanpa adanya autopsi yang sebenarnya.

Baca Juga: Burung Pantai Terakhir Hilang, Ilmuwan Konfirmasi Kepunahan Slender-Billed Curlew

Dr. D Singh, kepala petugas medis di rumah sakit itu, mengakui bahwa laporan postmortem hanya ditulis di atas kertas, tanpa pemeriksaan mendalam yang biasanya diperlukan untuk kasus seperti ini.

Hal ini diperkuat oleh pernyataan Ramavatar Meena, kolektor distrik untuk Jhunjhunu, yang mengatakan bahwa para dokter telah mengabaikan prosedur yang seharusnya dilakukan. Akibat insiden ini, tiga dokter dari rumah sakit BDK—Dr. Sandeep Pachar, Dr. Yogesh Kumar Jakhar, dan Dr. Navneet Meel—diskors dan tengah menghadapi penyelidikan resmi.

Halaman:

Editor: Nur Rafiqa

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Misteri Triliunan, Menguak Jejak Kekayaan Haji Isam

Rabu, 12 Februari 2025 | 18:29 WIB