Sulawesitoday - Warga Desa Sama Bahari, Kecamatan Bolano, Kabupaten Parigi Moutong, semakin menyuarakan kekecewaan mereka usai berbagai upaya persuasif untuk mendapatkan penjelasan terkait program-program desa yang dianggap tidak transparan.
Rion, salah satu warga yang terlibat, mengungkapkan bahwa permintaan informasi kepada Kepala Desa selama beberapa kali pertemuan justru berujung pada pengabaian.
"Setiap kali kami mendatangi kantor desa, harapan untuk mendapatkan penjelasan yang memadai kian pupus. Bahkan mediasi di kantor kecamatan tidak menghasilkan kejelasan," ujar Rion dengan nada tegas.
Kekecewaan semakin bertambah ketika dalam sebuah pertemuan yang direkam, tampak Kepala Desa secara tiba-tiba meninggalkan ruangan ketika diminta klarifikasi atas sejumlah program yang dilaksanakan.
Video tersebut menjadi bukti penting yang kemudian diunggah oleh Rion ke media sosial sebagai bagian dari laporan resmi yang memuat tiga belas poin tuntutan.
Salah satu poin yang mencuri perhatian adalah pengadaan 47 unit mesin katinting dengan total anggaran mencapai Rp144 juta.
Angka tersebut memunculkan pertanyaan mendasar tentang akuntabilitas penggunaan dana desa yang seharusnya dipergunakan untuk kesejahteraan masyarakat.
Menanggapi laporan warga, auditor Inspektorat, Ridwan Sambayang, menyatakan bahwa pihaknya telah memanggil terlapor untuk memberikan klarifikasi.
"Hasil pertemuan kami sampaikan kepada pimpinan, dan selanjutnya keputusan tindak lanjut akan disesuaikan dengan arahan pimpinan," jelasnya.
Sementara itu, Inspektur Kabupaten Parigi Moutong, Sakti Lasimpala, menambahkan bahwa penyelidikan mendalam ke Desa Sama Bahari telah dijadwalkan pada minggu depan sebagai langkah awal investigasi.
Di sisi lain, upaya konfirmasi kepada Kepala Desa, Moh. Malik, hingga saat ini belum mendapatkan respons.
Baca Juga: Mahasiswa Demo Indonesia Gelap Ricuh, Tarik Barrier Beton demi Akses ke Istana Negara
Nomor telepon yang telah disediakan pun belum memberikan kepastian terkait klarifikasi dari pihak terlapor.
Warga pun semakin mendesak agar proses investigasi ini berjalan tuntas untuk mengungkap kebenaran di balik dugaan penyimpangan dana desa.
Artikel Terkait
Unjuk Rasa di Makassar, Mahasiswa Tolak Kebijakan Efisiensi Anggaran dan MBG
Aksi Unjuk Rasa Indonesia Gelap di Patung Kuda, Mahasiswa Tolak Efisiensi Anggaran dan MBG
Unjuk Rasa Emak-Emak di Jakarta Pusat, Tolak Kebijakan yang Tak Berpihak
Mahasiswa Demo Indonesia Gelap Ricuh, Tarik Barrier Beton demi Akses ke Istana Negara
Politisi Golkar Nurul Arifin: Demo Indonesia Gelap Efektif Sebagai Alat Waspada, Tapi Harus Konstruktif