Sulawesitoday - insiden tragis mengguncang Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, saat seorang ibu muda berinisial MW, 24 tahun, ditemukan meninggal dunia di tepi sungai.
Menurut keterangan aparat, peristiwa yang terjadi pada Kamis, 13 Maret 2025, bermula saat korban sedang melakukan aktivitas mencuci pakaian di sebuah sungai di Kampung Bultap, Kelurahan Tonasa, Kecamatan Balocci.
Keterangan awal mengungkapkan bahwa warga yang melintas pada pukul 11.00 Wita tidak menemukan kehadiran korban, melainkan hanya tersisa ember cucian beserta beberapa pakaian yang berserakan, menimbulkan dugaan kecelakaan fatal yang terjadi secara tiba-tiba.
Pihak kepolisian, melalui Kanit Reskrim Polsek Balocci Aipda Husain, mengonfirmasi bahwa laporan keluarga mengindikasikan MW memiliki riwayat penyakit epilepsi. "Benar, korban jatuh ketika sedang mencuci dan tidak sempat menyadari bahaya, sehingga akhirnya terseret arus," ungkap Husain kepada pers setempat.
Dugaan tersebut semakin kuat mengingat keterangan dari keluarga yang menyatakan bahwa kambuhnya penyakit epilepsi dapat terjadi tanpa peringatan, membuat MW kehilangan keseimbangan saat berada di tepi sungai.
Merespons insiden ini, Sekretaris BPBD Pangkep, Muhammad Arsyad, segera menginstruksikan penjemputan tim pencarian dengan melibatkan 12 personel yang dikerahkan ke lokasi kejadian. Operasi pencarian dilakukan secara intensif dengan bantuan masyarakat setempat.
Arsyad menjelaskan, "Tim berhasil menemukan mayat korban sekitar pukul 14.40 Wita, yang berjarak sekitar tiga kilometer dari titik jatuhnya." Penemuan tersebut diduga merupakan hasil kerja sama yang solid antara aparat dan warga, meskipun proses evakuasi dilakukan dengan hati-hati mengingat arus sungai yang cukup deras.
Kejadian ini kembali menyulut kekhawatiran masyarakat mengenai keselamatan di sekitar aliran sungai, terutama di daerah yang rawan kecelakaan. Pihak berwenang menghimbau agar warga senantiasa waspada dan memperhatikan kondisi lingkungan, serta menghindari aktivitas yang berisiko tinggi.
Di sisi lain, keluarga korban tengah dilanda duka mendalam atas kehilangan yang tiba-tiba. Aparat berjanji akan terus menyelidiki insiden ini secara menyeluruh untuk memastikan semua fakta dapat terungkap, sehingga langkah preventif dapat diambil guna mencegah tragedi serupa di masa depan.
Meskipun penyebab pasti kecelakaan ini masih dalam proses investigasi, informasi awal mengarah pada kemungkinan bahwa kondisi kesehatan korban berperan signifikan. Para saksi mengaku melihat keanehan sebelum insiden terjadi, yang kemudian memicu gelombang kepanikan di antara warga.
Baca Juga: Aksi Curamotor Berantai, MS Akui 8 TKP Pencurian dari Yamaha hingga Honda Beat
Data awal mencatat bahwa MW mengalami serangan epilepsi secara mendadak saat tengah mencuci, sehingga membuatnya kehilangan kendali dan terjatuh ke dalam sungai yang deras.
Proses evakuasi pun dilakukan dengan penuh kehati-hatian, sementara aparat terus menggali informasi untuk menyusun kronologi lengkap demi memberikan kepastian hukum bagi keluarga yang berduka.
Pihak terkait berharap agar kejadian ini menjadi pembelajaran berharga bagi masyarakat agar lebih menjaga keselamatan diri.
Artikel Terkait
BKD Sulteng Tunggu Kebijakan Pusat, Pengangkatan CASN dan PPPK Ditunda TMT 2025-2026
Lebaran 2025: PT KAI Siapkan Ramp Check, Posko Terpadu, dan AMUS untuk Pastikan Layanan Prima
Transformasi Pembangunan Sulteng, Gubernur Anwar Hafid Desak Kesejahteraan Merata Lewat RPJMD Baru
Kaur Keuangan Desa Peonea Ditetapkan Tersangka Korupsi APBDes, Kerugian Negara Rp648 Jut
Aksi Curamotor Berantai, MS Akui 8 TKP Pencurian dari Yamaha hingga Honda Beat