• Kamis, 4 Juni 2026

Misteri Hilangnya Penagih PNM Berujung Tragis, Hijrah Ditemukan Tewas di Kebun Kelapa Pasangkayu, Sulawesi Barat

.
Muhammad Aqil Azizi, Sulawesi Today
- Sabtu, 20 September 2025 | 14:23 WIB
Hijrah, pegawai PNM berusia 19 tahun ditemukan tewas di kebun kelapa Pasangkayu. Polisi menduga pembunuhan berencana berdasarkan kondisi korban
Hijrah, pegawai PNM berusia 19 tahun ditemukan tewas di kebun kelapa Pasangkayu. Polisi menduga pembunuhan berencana berdasarkan kondisi korban

Sulawesitoday - Dunia perbankan mikro Sulawesi Barat dikejutkan tragedi mengenaskan. Hijrah, pegawai muda PT Permodalan Nasional Madani (PNM) berusia 19 tahun, ditemukan tewas di perkebunan kelapa Dusun Tanga Tanga, Desa Sarjo, Kabupaten Pasangkayu, Sabtu (20/9/2025). 

Korban yang bertugas sebagai penagih hilang kontak sejak Kamis malam. Jenazah ditemukan dalam kondisi yang mengindikasikan tindak kriminal. Polres Pasangkayu kini memburu pelaku pembunuhan sadis ini.

  • Jejak Terakhir: Dari Tugas Rutin Menuju Petaka

Kronologi dimulai Kamis (18/9/2025). Hijrah menjalankan tugas penagihan rutin di wilayah Sarjo. Komunikasi terakhir dengan atasan terjadi sore hari setelah menyelesaikan sebagian tugas.

Pukul 22.00 WITA, kontak terputus total. Pesan WhatsApp terakhir kepada rekan kerja mengungkap kecemasan mendalam. "Saya takut, dibonceng suami nasabah masuk ke kebun," tulis Hijrah dalam pesan yang kini menjadi petunjuk krusial.

Alarm bahaya berbunyi keesokan harinya. Kamis berlalu tanpa kabar. Jumat pagi, tim pencari dikerahkan. Sepeda motor Honda Beat merah korban ditemukan terparkir di area perkebunan, namun sosok Hijrah masih menghilang.

  • Penemuan Tragis: Kondisi Korban Mengindikasikan Kekerasan

Sabtu pagi menghadirkan kabar memilukan. Warga setempat menemukan jenazah Hijrah di kebun kelapa milik Pak Sarjo. Kondisi penemuan mengoyak nurani.

Korban hanya mengenakan pakaian dalam. Pakaian luar ditemukan terikat di leher - detail yang mengonfirmasi dugaan pembunuhan berencana. Posisi jenazah menunjukkan perlawanan sia-sia.

Kasat Reskrim Polres Pasangkayu, Iptu Rully Marwan, mengonfirmasi temuan mengejutkan. "Terdapat tanda-tanda kekerasan pada korban. Kami yakin ini bukan kematian alami," tegasnya kepada wartawan di lokasi kejadian.

  • Apa yang Sebenarnya Terjadi di Perkebunan Sarjo?

Pertanyaan ini menghantui penyelidikan. Tim forensik Polres Pasangkayu bekerja intensif mengumpulkan barang bukti. Setiap jejak dianalisis untuk membangun rekonstruksi kejadian.

Dugaan kuat mengarah pada motif perampokan yang berujung pembunuhan. Hijrah membawa uang hasil penagihan dalam jumlah signifikan. Namun, aspek kekerasan seksual tak dikesampingkan mengingat kondisi pakaian korban.

Lokasi terpencil perkebunan menjadi saksi bisu kejahatan biadab. Dusun Tanga Tanga yang sepi memudahkan pelaku melakukan aksinya tanpa gangguan.

  • Siapa Dalang di Balik Pembunuhan Keji Ini?

Penyelidikan memasuki fase krusial. Polisi menelusuri identitas "suami nasabah" yang disebut dalam pesan terakhir Hijrah. Database nasabah PNM cabang Pasangkayu dibedah satu persatu.

Iptu Rully Marwan memimpin tim gabungan Reskrim dan Reskoba. "Kami sudah mengidentifikasi beberapa orang yang berinteraksi dengan korban hari itu. Pemeriksaan intensif sedang dilakukan," jelasnya.

Motif pembunuhan diduga beragam. Perampokan, pelecehan seksual, hingga dendam pribadi menjadi fokus penyelidikan. Tim forensik Polda Sulawesi Barat turun tangan membantu analisis barang bukti.

Halaman:

Editor: Muhammad Aqil Azizi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini