Sulawesitoday - Ruang Rutan KPK kembali dikunci rapat untuk Immanuel Ebenezer. Mantan pejabat tinggi Kementerian Ketenagakerjaan itu harus bersabar lebih lama. Komisi Pemberantasan Korupsi memutuskan perpanjangan penahanan kedua. Kasus pemerasan sertifikasi K3 masih belum selesai. Penyidik butuh waktu tambahan.
Keputusan ini diambil Jumat pekan lalu. Juru Bicara KPK menyampaikan langsung. Perpanjangan berlaku 30 hari penuh. Terhitung mulai 20 Oktober. Berakhir 18 November 2025.
"Perpanjangan kedua untuk tersangka IEG dilakukan hari ini," ujar Budi Prasetyo di Gedung Merah Putih. Lokasinya Jakarta Selatan. Waktunya sore hari. Suasana cukup tegang.
Pria yang akrab disapa Noel itu kini memasuki fase krusial. Masa penahanannya diperpanjang lagi. Bukan tanpa alasan jelas. Penyidik masih menggali lebih dalam.
-
Mengapa Penahanan Diperpanjang Lagi?
Pertanyaan ini muncul di benak publik. Jawabannya cukup teknis sebenarnya. Tim penyidik KPK memerlukan waktu ekstra. Pemeriksaan saksi belum tuntas. Dokumen masih ditelusuri satu-satu.
"Penyidik butuh waktu tambahan untuk penyidikan perkara ini," jelas Budi dengan nada tegas. Matanya menatap tajam kamera wartawan. "Tim terus menelusuri keterangan saksi."
Proses ini tidak main-main. Setiap kesaksian dicatat rapi. Setiap dokumen diperiksa detail. Pola pemerasan harus terbuka sempurna. Alur uang harus jelas terang.
Dugaan praktik kotor di Kemnaker memang kompleks. Melibatkan banyak pihak berbeda. Dari pejabat hingga swasta. Skema pemerasan terstruktur rapi. Sistematis dan terencana matang.
-
Berapa Banyak Tersangka yang Terlibat?
Noel bukan satu-satunya pelaku. Ia bagian dari jaringan lebih besar. KPK telah menetapkan 10 tersangka lain. Total ada 11 orang. Semua diduga terlibat aktif.
Para tersangka berasal dari latar beragam. Ada pejabat eselon tinggi. Ada pengusaha sektor swasta. Ada juga makelar urusan sertifikat. Mereka bekerja dalam satu orkestrasi.
Modus operandinya sederhana namun sistematis. Pihak yang butuh sertifikasi K3 diperas. Diminta bayar lebih besar. Jauh melebihi tarif resmi. Kalau menolak, proses terhambat.
Total uang hasil pemerasan fantastis. Mencapai Rp81 miliar keseluruhan. Angka yang membuat dahi berkerut. Uang rakyat tergerus begitu saja.
-
Berapa yang Mengalir ke Immanuel Ebenezer?
Pertanyaan krusial berikutnya muncul. Berapa porsi Noel sebenarnya? Penyidik sudah punya dugaan kuat. Angkanya tidak main-main.
Dari total Rp81 miliar itu, sekitar Rp3 miliar diduga masuk kantong Noel. Porsi cukup besar untuk seorang pejabat. Meski bukan yang terbesar. Tapi tetap signifikan nilainya.
Artikel Terkait
Bansos Digital Nasional Tertunda Hingga Mei 2026, Pemerintah Pilih Kehati-hatian Ketimbang Terburu-buru
KPK Tepis Intervensi dalam Penyidikan Kuota Haji, Fokus Telusuri Praktik Jual-Beli Travel Haji
KPK Respons Isu Mark Up Whoosh: Butuh Laporan Resmi untuk Usut Dugaan Mahfud MD
Luhut Blak-blakan, Proyek Whoosh Diterima dalam Kondisi Busuk - Ungkap Pembengkakan Biaya Rp 114 T
Apartemen Mewah Disulap Jadi Pabrik Sabu, Dua Residivis Raup Miliaran Rupiah