Sulawesitoday - Nasib sial menimpa Alwan, seorang pemuda berusia 18 tahun, saat hendak menjalankan salat Isya di Masjid Abu Bakar, Kelurahan Lalolara, Kecamatan Kambu, Kota Kendari. Pada Senin malam, 16 September 2024, motornya raib digasak maling yang terekam jelas di kamera CCTV masjid tersebut. Ironisnya, peristiwa ini terjadi di tempat yang seharusnya menjadi rumah ibadah dan keamanan bagi para jamaah.
Alwan yang datang ke masjid untuk mengikuti kegiatan keagamaan sekaligus menunaikan salat, tak menyangka bahwa kendaraan pribadinya, sepeda motor dengan nomor polisi DW 2092 NO, akan hilang. Saat selesai salat, dia bergegas menuju parkiran untuk pulang. Namun, alangkah terkejutnya Alwan ketika mendapati motornya sudah tak ada di tempat.
"Ternyata dicuri, ada rekaman CCTV-nya waktu pelaku melintas," ungkap Alwan, Kamis, 19 September 2024.
Rekaman CCTV menunjukkan bahwa pelaku, seorang pria yang tidak terekam dengan jelas, membawa kabur motor milik Alwan. Meski begitu, rekaman tersebut belum cukup untuk mengenali identitas pelaku. Pihak keamanan setempat sedang berusaha mengidentifikasi pria tersebut berdasarkan potongan-potongan gambar yang berhasil diambil dari CCTV masjid. Dengan kerugian yang ditaksir mencapai lebih dari Rp13 juta, Alwan berharap kasus ini segera ditindaklanjuti oleh pihak berwajib.
Sayangnya, kejadian seperti ini bukan pertama kali terjadi. Maraknya kasus pencurian kendaraan bermotor di sekitar tempat ibadah memang menjadi perhatian serius bagi masyarakat. Masjid dan tempat ibadah lainnya yang seharusnya menjadi area aman dan nyaman, kini justru menjadi sasaran empuk para pelaku kriminal. Pihak masjid dan masyarakat harus lebih waspada dalam menjaga kendaraan dan barang-barang berharga saat beribadah.
Alwan sendiri sudah melaporkan kejadian ini ke Mako Polresta Kendari dengan harapan besar agar pelaku segera tertangkap dan motornya bisa kembali.
“Sudah mi saya melapor, semoga pelakunya segera tertangkap,” ujarnya dengan nada penuh harap.
Pihak kepolisian Kendari sendiri belum memberikan pernyataan resmi mengenai perkembangan kasus ini, tetapi mereka memastikan bahwa upaya untuk menangkap pelaku sedang berjalan.
Menghadapi situasi seperti ini, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan masyarakat untuk meningkatkan keamanan kendaraan saat berada di masjid atau tempat umum lainnya.
Pertama, pastikan untuk selalu menggunakan kunci ganda pada motor. Ini bisa mengurangi kemungkinan motor dicuri dengan cepat. Kedua, parkirkan motor di tempat yang mudah diawasi, seperti di depan pos satpam atau di area yang dilengkapi CCTV. Ketiga, jika memungkinkan, bergabunglah dengan komunitas keamanan lingkungan yang dapat membantu memantau dan melaporkan aktivitas mencurigakan.
Tak hanya di Kendari, kasus pencurian kendaraan bermotor memang menjadi masalah serius di banyak kota di Indonesia. Tingginya angka pencurian ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk kurangnya pengawasan di area parkir, lemahnya sistem keamanan, serta tingginya permintaan pasar akan kendaraan curian. Selain itu, modus operandi pelaku pencurian juga semakin canggih, mulai dari menggunakan alat pembuka kunci motor hingga berpura-pura sebagai petugas parkir.
Pemerintah dan aparat keamanan perlu berkolaborasi dengan masyarakat untuk menanggulangi kasus ini. Pemasangan CCTV di tempat-tempat strategis dan patroli rutin di sekitar area rawan bisa menjadi langkah awal untuk menekan angka pencurian. Selain itu, edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya keamanan kendaraan juga harus digalakkan.
Kepada Alwan dan korban lainnya, semoga kasus ini segera terungkap dan pelakunya mendapat ganjaran yang setimpal. Untuk kita semua, kejadian ini menjadi pengingat agar selalu waspada dan tidak lengah, bahkan di tempat yang kita anggap aman sekalipun. Semoga kita semua terhindar dari kejadian serupa.
Artikel Terkait
Maling Spesialis Mobil Ditangkap di Kendari, Diikat Warga Sebelum Dilaporkan ke Polsek Mandonga, Sultra