• Kamis, 4 Juni 2026

Ini Reaksi Warga dari Kejadian Mencekam Usai Percobaan Rudapaksa Guru SMA di Sulbar, Pemuda Diduga ODGJ Ditangkap Aparat

.
Muhammad Aqil Azizi, Sulawesi Today
- Rabu, 25 September 2024 | 16:39 WIB
Guru SMA nyaris jadi korban perkosaan oleh pemuda diduga ODGJ. Warga selamatkan korban, polisi observasi pelaku. #PerempuanBersatu #KejahatanPolman (Muhammad Aqil Azizi)
Guru SMA nyaris jadi korban perkosaan oleh pemuda diduga ODGJ. Warga selamatkan korban, polisi observasi pelaku. #PerempuanBersatu #KejahatanPolman (Muhammad Aqil Azizi)

Sulawesitoday - Seorang pemuda berinisial RA (23) kini berada dalam pengawasan pihak berwajib setelah dilaporkan melakukan percobaan perkosaan terhadap seorang guru SMA berinisial DA (29). Kejadian ini terjadi di Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar, pada Minggu (22/9), sekitar pukul 16.30 WITA.

Menurut keterangan Kanit PPA Sat Reskrim Polres Polman, Ipda Mulyono, pelaku saat ini sedang diobservasi di RSUD setempat karena ada dugaan bahwa RA adalah seorang penyandang gangguan jiwa (ODGJ). “Kami observasi dulu di RSUD, untuk memastikan apakah betul-betul ODGJ atau tidak,” kata Ipda Mulyono kepada wartawan pada Selasa (24/9/2024).

Kejadian ini cukup menggemparkan warga setempat, mengingat korban merupakan seorang aparatur sipil negara (ASN) yang juga berprofesi sebagai guru SMA. Saat kejadian, korban sedang tidur di dalam kamarnya sementara anggota keluarganya sedang keluar rumah. Tanpa diduga, pelaku masuk ke dalam kamar korban.

"Korban sedang tidur, keluarganya lagi nggak ada di rumah. Terduga pelaku langsung masuk ke dalam kamar korban," jelas Mulyono.

Baca Juga: Lapas Kelas II B Luwuk Gagalkan Penyelundupan Sabu-Sabu: Tindakan Cepat Petugas Berhasil!

Aksi Mencekam yang Berakhir Gagal

Yang bikin merinding, pelaku sudah sempat menurunkan celana yang dipakainya sebelum mencoba melakukan aksinya. Tapi, untungnya korban terbangun saat merasa tangannya dipegang oleh RA. Serangan ini berlangsung begitu cepat dan spontan, tapi keberanian korban untuk berteriak minta tolong berhasil menyelamatkan dirinya dari tindakan yang lebih jauh.

"Sudah memegang tangan (korban), tapi belum sempat melepas pakaian. Pelaku hanya menurunkan celananya yang bagian luar, karena pakai dua celana," tambah Mulyono.

Begitu mendengar teriakan korban, warga setempat langsung berdatangan ke lokasi dan berhasil menangkap pelaku. RA kemudian diamankan oleh warga dan dibawa ke Polsek Campalagian. “Korban berteriak, warga lalu berdatangan mengamankan terduga pelaku. Tangannya diikat lalu dibawa ke Polsek,” tutur Mulyono lagi.

Dugaan Gangguan Jiwa pada Pelaku

Kasus ini makin rumit karena ada dugaan bahwa RA merupakan seorang ODGJ, meskipun belum ada catatan medis resmi yang menyatakan hal tersebut. Menurut penuturan Ipda Mulyono, tingkah laku RA sehari-hari memang menunjukkan gejala ODGJ, namun perlu dipastikan lebih lanjut melalui observasi medis di RSUD.

"Tingkah laku kesehariannya itu memang ada memperlihatkan dia (terduga pelaku) menunjukkan gejala ODGJ," ujarnya.

Tapi sampai saat ini, masyarakat masih bertanya-tanya, apakah ini hanya alasan untuk menghindari hukuman atau memang RA benar-benar membutuhkan bantuan medis? Tindakan observasi menjadi langkah penting untuk memastikan apakah status ODGJ bisa dijadikan pembelaan dalam kasus ini atau tidak.

Reaksi Warga dan Pentingnya Perlindungan

Warga Kecamatan Campalagian kini merasa cemas dan khawatir setelah insiden ini. Kejadian tersebut menyoroti betapa pentingnya perlindungan terhadap perempuan, terutama mereka yang berprofesi sebagai guru yang seharusnya dihormati dan dilindungi. Jelas bahwa kasus ini menjadi peringatan keras bagi pihak berwenang untuk lebih serius menangani masalah ODGJ di masyarakat.

Ada keinginan besar di antara warga agar pihak berwajib tidak hanya fokus pada aspek gangguan jiwa, tetapi juga memberikan perlindungan hukum maksimal kepada korban. "Guru kan tugasnya mendidik anak-anak, masa sampai harus jadi korban kayak gini," ujar salah satu warga yang tak ingin disebutkan namanya.

Peran Penting Pemerintah dan Penegak Hukum

Kasus ini juga menggugah kesadaran banyak pihak tentang perlunya pengawasan terhadap individu dengan gangguan jiwa di tengah masyarakat. Pertanyaan yang muncul adalah, apakah lingkungan sekitar RA sudah menyadari gejala gangguan jiwanya sebelumnya? Apakah sudah ada tindakan preventif? Masalah ini tak boleh dibiarkan begitu saja, karena kejadian serupa bisa terjadi di tempat lain.

Halaman:

Editor: Muhammad Aqil Azizi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini