• Kamis, 4 Juni 2026

Bentrok Antar Warga di Sigi Kembali Pecah: 4 Orang Terluka, Senjata Tajam Disita Polisi

.
Muhammad Aqil Azizi, Sulawesi Today
- Selasa, 5 November 2024 | 22:09 WIB
Bentrok antar warga di Sigi pecah kembali, menelan 4 korban terluka. Polisi amankan senjata tajam. Cegah insiden susulan, aparat dikerahkan! #BentrokSigi #KonflikWarga #SulawesiTengah #Perdamaian #Hu (Muhammad Aqil Azizi)
Bentrok antar warga di Sigi pecah kembali, menelan 4 korban terluka. Polisi amankan senjata tajam. Cegah insiden susulan, aparat dikerahkan! #BentrokSigi #KonflikWarga #SulawesiTengah #Perdamaian #Hu (Muhammad Aqil Azizi)

Sulawesitoday - Bentrok antara dua kelompok warga di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah kembali pecah dan semakin memprihatinkan. Pada Minggu malam (3/11), warga dari Desa Pesaku dan Desa Rarampadede di Kecamatan Dolo Barat terlibat dalam kekerasan yang mengakibatkan empat korban terluka akibat senapan angin. Peristiwa ini menjadi bukti nyata dari meningkatnya tensi antar warga yang sudah lama berkonflik, memunculkan kekhawatiran akan kekerasan yang terus berulang.

Pihak kepolisian dari Polres Sigi langsung turun tangan untuk mengendalikan situasi. "Dua kelompok warga kembali bentrok. Ada korban (luka), kena senapan angin, 4 orang yang dirawat," ujar Kasi Humas Polres Sigi Iptu Nuim Hayat, Selasa (5/11).

Baca Juga: Dibalik Kilau Nikel, Pertaruhan Keadilan Sosial dan Lingkungan di Tengah Ekstraksi Besar-Besaran

Bentrokan ini baru mereda setelah aparat tiba di lokasi. Untuk menjaga keamanan lebih lanjut, aparat gabungan dari TNI-Polri serta Satpol PP dengan cepat melakukan razia dan penggeledahan di sejumlah rumah warga keesokan harinya.

Hasil dari penyisiran pada Senin (4/11) ini cukup mengejutkan. Aparat menemukan berbagai macam senjata tajam seperti tombak, badik, dan parang, yang menandakan persiapan warga untuk konfrontasi fisik.

Baca Juga: Menjelang Pilkada Sulawesi Tengah 2024, Krisis Iklim dan Transisi Energi Menjadi Isu Paling Panas

“Mengamankan sejumlah senjata tajam di antaranya berupa tombak, parang, alat penusuk, pisau, sangkur, badik, panah ambon dan mata anak panahnya, katapel, anak busur, dan kelereng," terang Iptu Nuim. Dua orang warga pun diamankan terkait kepemilikan senjata tersebut dan saat ini sedang menjalani pemeriksaan di Mapolres Sigi.

Bentrok ini bukan yang pertama kali terjadi. Sebelumnya, pada Rabu (9/10), bentrokan antar warga di lokasi yang sama juga memakan korban jiwa, seorang pemuda bernama Nabil (19) yang tewas dengan luka tembak di mata.

Baca Juga: Perwira Polisi Maluku Diduga Pukul Sopir, Langsung Dicopot! Kapolda: Tindak Tegas Tanpa Toleransi!

Bentrok kala itu dilaporkan dipicu oleh insiden ketika dua pemuda dari Desa Pesaku dibusur saat sedang mengendarai motor. Hingga kini, ketiga tersangka dari bentrokan bulan lalu, yakni AS, DV, dan FJ, telah ditahan oleh pihak kepolisian untuk menjalani proses hukum.

Berkaca dari bentrok sebelumnya, polisi kini mengambil tindakan lebih ketat untuk mencegah eskalasi konflik. Kapolres Sigi AKBP Reja A. Simanjuntak secara langsung memberikan imbauan agar warga yang masih menyimpan senjata tajam segera menyerahkannya kepada aparat.

Baca Juga: Geram! Apple Minta Tax Holiday 50 Tahun, DPR RI Desak Blokir iPhone dari Indonesia!

Demi memastikan situasi tetap kondusif, personel TNI-Polri telah ditempatkan di Desa Pesaku dan Desa Rarampadede untuk memantau pergerakan warga dan mencegah bentrok susulan.

Kekerasan yang terus berulang ini menunjukkan betapa rentannya hubungan antar warga dan bagaimana gesekan kecil bisa berujung pada tragedi berdarah. Upaya aparat dengan menahan pelaku dan mengamankan senjata adalah langkah penting, namun perlu juga adanya pendekatan sosial dan dialog damai untuk menciptakan harmoni jangka panjang. Tanpa itu, kemungkinan konflik bisa kembali muncul sewaktu-waktu.

Halaman:

Editor: Muhammad Aqil Azizi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini