Sulawesitoday - Kasus perundungan yang terjadi di SMA Negeri 1 Parigi, Kabupaten Parigi, Sulawesi Tengah, menjadi sorotan luas setelah seorang siswi berinisial F (16) mengalami perlakuan yang tak semestinya di lingkungan sekolah. Mirisnya, aksi perundungan ini tidak hanya datang dari sesama siswa, tetapi diduga melibatkan salah seorang guru di sekolah tersebut, yang disebutkan turut mendukung aksi tersebut.
Kejadian ini terungkap dan viral pada Sabtu, 9 November 2024, melalui unggahan status WhatsApp para siswa yang berisi tangkapan layar spanduk dan tulisan-tulisan yang bernada perundungan terhadap siswi F.
Tangkapan layar yang beredar memperlihatkan adanya beberapa tulisan di kertas karton dan spanduk yang menggantung di pagar sekolah. Salah satu tulisan tersebut berbunyi "Boikot F*" dan ada pula yang menuliskan "Siswa SMA 1 menolak F*** sekolah di sini". Keberadaan tulisan-tulisan ini mengindikasikan bahwa perundungan ini sengaja disebarkan untuk mempermalukan siswi yang bersangkutan di depan publik sekolah.
Salah seorang siswa bahkan menulis di status WhatsApp-nya bahwa seorang guru bernama Rifai disebut mendukung aksi ini dengan kalimat, "Dibilang, Pak Rifai dukung buat begini (spanduk bullying), kasih penuh saja pagar ini dengan kertas atau spanduk."
Baca Juga: BMKG Laporkan Gempa 5,1 SR di Laut Buol: Dampak Terasa hingga Toli-Toli
Pihak sekolah, diwakili oleh Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Parigi, Ardin, ketika dikonfirmasi melalui sambungan telepon, mengatakan bahwa ia tidak melihat adanya spanduk atau kertas karton berisi tulisan perundungan saat berada di sekolah. Namun, Ardin tidak membantah kemungkinan terjadinya insiden ini. Ia bahkan mengirimkan pesan WhatsApp kepada para guru dan siswa, meminta mereka untuk mencabut spanduk serta karton berisi perundungan yang ada di area sekolah.
“Yth. Teman-teman dewan Guru dan Anak-anak semua, saya selaku Kepala Sekolah memohon dengan sangat supaya jangan buat gerakan-gerakan yang bisa menghambat proses negosiasi dengan pihak keluarga Fara," tulisnya dalam pesan tersebut, yang kemudian menjadi bukti adanya kekhawatiran akan dampak negatif dari aksi perundungan yang terjadi.
Baca Juga: Penampakan 4 Hewan Aneh Terekam Kamera, Mulai dari Gurita Kaca hingga Ikan Barreleye!
Di sisi lain, Rifai Nggai, guru yang namanya disebut oleh siswa dalam status WhatsApp sebagai pendukung aksi perundungan, membantah keterlibatannya. Ia menyatakan bahwa pada hari kejadian, dirinya tidak berada di sekolah karena sedang sakit.
"Sebab hari ini saya tidak masuk mengajar karena kurang sehat, jadi ini hanya oknum saja yang mencatut nama saya," ujarnya, sambil menyangkal adanya peran serta dirinya dalam peristiwa ini. Penyangkalan ini menambah kompleksitas situasi, di mana publik mempertanyakan siapa yang sebenarnya berada di balik aksi perundungan yang terjadi.
Baca Juga: Setelah Tujuh Hari Tanpa Hasil, Tim SAR Setop Pencarian Pemuda Nekat di Bendungan Benteng
Kasus ini menyoroti isu penting terkait tanggung jawab pendidik dan lingkungan sekolah dalam menciptakan suasana aman bagi semua siswa. Keterlibatan seorang guru, baik secara langsung atau tidak, menimbulkan pertanyaan mendasar tentang bagaimana sekolah mengelola tindakan perundungan dan mencegah kejadian serupa terulang. Lingkungan sekolah seharusnya menjadi tempat yang aman dan mendukung perkembangan siswa, bukan malah menjadi tempat penyebaran kebencian.
Terkait dengan itu, berbagai pihak kini menuntut agar SMA Negeri 1 Parigi segera melakukan investigasi menyeluruh untuk menuntaskan kasus ini secara adil. Masyarakat berharap agar pihak sekolah dan dinas pendidikan tidak menutup mata terhadap insiden ini dan segera mengambil langkah tegas untuk melindungi siswi yang menjadi korban serta menegakkan aturan disiplin kepada siapapun yang terlibat dalam perundungan tersebut.
Artikel Terkait
Mantan Bintang Timnas Terlibat Peredaran Obat Terlarang: Dalih Ekonomi, Tapi Fakta Berbicara Lain
Setelah Tujuh Hari Tanpa Hasil, Tim SAR Setop Pencarian Pemuda Nekat di Bendungan Benteng
Penampakan 4 Hewan Aneh Terekam Kamera, Mulai dari Gurita Kaca hingga Ikan Barreleye!
BMKG Laporkan Gempa 5,1 SR di Laut Buol: Dampak Terasa hingga Toli-Toli
Upaya Tingkatkan Citra Positif, Kemenkumham Sulteng Pantau Pemberitaan di Lapas Parigi dan Rutan Poso