Sulawesitoday - Pada Minggu (10/11/2024), arena debat publik Pilgub Sulsel di Hotel Claro, Makassar, menjadi ajang bukan hanya untuk pertarungan ide antara para calon gubernur, tetapi juga melibatkan tensi tinggi antarpendukung. Dua kubu simpatisan dari masing-masing pasangan calon (paslon) yang hadir, awalnya hanya memadati lokasi acara, namun kericuhan tak terhindarkan. Seiring berjalannya waktu, suasana semakin memanas, hingga akhirnya sejumlah pendukung terlibat dalam bentrok yang meresahkan.
Kericuhan ini terlihat jelas sepanjang Jalan AP Pettarani dan sekitaran Jalan Andi Djemma, Kecamatan Tamalate, Makassar. Sejumlah simpatisan terlihat berkumpul di area tersebut meskipun acara debat sebenarnya telah berlangsung di dalam hotel.
Baca Juga: Serangan Bom di Stasiun Kereta Pakistan: 27 Tewas, 46 Terluka, Penyelidikan Berlanjut
Dengan jumlah massa yang cukup banyak, arus lalu lintas pun sempat terhambat, dan polisi segera melakukan pengaturan untuk mengurangi kemacetan yang terjadi.
Pihak kepolisian, yang telah mempersiapkan pengamanan ketat, berjaga di sekitar area debat. Pintu masuk Hotel Claro diperketat, dengan anggota polisi dilengkapi senjata dan beberapa unit dari Polda Sulsel. Kepolisian juga melibatkan satuan unit khusus untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan selama acara berlangsung.
Baca Juga: Ditemukan Meninggal di Dalam Mobil, Sopir Taksi Online di Makassar Bikin Geger Jalanan Monginsidi
Situasi ini mengingatkan kita bahwa dalam pilkada, ketegangan antarpendukung memang selalu menjadi salah satu tantangan utama.
Kasubdit Multimedia dan Pjs Karo Penmas Humas Polda Sulsel, AKBP Nasaruddin, memberikan keterangan terkait upaya pengamanan yang dilakukan oleh pihak kepolisian. Dalam pernyataannya, Nasaruddin mengungkapkan bahwa Polda Sulsel menyiapkan lebih dari 1.000 personel untuk mengamankan jalannya debat. Pengamanan ini dibagi dalam tiga ring: ring satu di dalam gedung, ring dua di halaman, dan ring tiga mencakup area parkir dan jalan-jalan sekitar.
"Kami juga menyiapkan unit Pindad, Brimob, dan Sabara Perintis untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya chaos," tambahnya.
Tentu saja, ketegangan ini bukanlah kejadian pertama yang mewarnai jalannya debat Pilgub. Sebelumnya, sejumlah insiden serupa sudah terjadi di beberapa daerah yang juga menggelar debat publik. Meskipun demikian, pihak kepolisian tetap berkomitmen untuk menjaga keamanan, dengan harapan agar debat dapat berlangsung dengan tertib dan konstruktif.
Baca Juga: Ribuan Warga Padati Kampanye Ahmad Ali di Parigi, Gaet 20 Persen Dukungan Baru
Dalam konteks ini, tentu kita berharap agar para pendukung lebih mengedepankan sikap damai dan tidak terprovokasi untuk menciptakan kerusuhan yang hanya merugikan semua pihak.
Menariknya, meskipun sudah ada langkah pengamanan yang cukup ketat, kericuhan ini menunjukkan bahwa masih ada pekerjaan rumah bagi pihak penyelenggara dan aparat keamanan untuk lebih memperhatikan potensi konflik antarpendukung, terutama dalam ajang politik sebesar ini.
Artikel Terkait
739 Personel Gabungan Kawal Aksi Bela Palestina FPI, Polisi Kerahkan Tindakan Persuasif di Kedubes AS
Ribuan Warga Padati Kampanye Ahmad Ali di Parigi, Gaet 20 Persen Dukungan Baru
Poros Maros-Bone Ditutup Total Besok Akibat Proyek Jalan Layang, Warga Diimbau Lewat Jalur Alternatif
Ditemukan Meninggal di Dalam Mobil, Sopir Taksi Online di Makassar Bikin Geger Jalanan Monginsidi
Serangan Bom di Stasiun Kereta Pakistan: 27 Tewas, 46 Terluka, Penyelidikan Berlanjut