• Kamis, 4 Juni 2026

Momen Mobil Penuh Amplop Berisi Uang Tunai Diduga untuk Serangan Fajar Digerebek Warga di Luwu Timur

.
Nur Rafiqa, Sulawesi Today
- Senin, 25 November 2024 | 17:38 WIB
Kasus penggerebekan mobil berisi uang puluhan juta di Luwu Timur menambah ketegangan di masa tenang Pilkada. Warga curiga serangan fajar. (Nur Rafiqa)
Kasus penggerebekan mobil berisi uang puluhan juta di Luwu Timur menambah ketegangan di masa tenang Pilkada. Warga curiga serangan fajar. (Nur Rafiqa)

Sulawesitoday - Sebuah malam yang awalnya tenang di Desa Madani, Kecamatan Wotu, mendadak berubah mencekam ketika sekelompok warga melakukan penggerebekan pada sebuah mobil yang terparkir di samping rumah Kepala Desa Madani, Juemin.

Mobil putih dengan nomor polisi DP 1629 GN itu menarik perhatian warga yang sedang berpatroli. Kecurigaan memuncak saat mereka melihat amplop-amplop mencurigakan di dalam mobil tersebut.

Pengakuan yang berubah-ubah membuat suasana semakin memanas. Awalnya, Kepala Desa Madani, Juemin, mengaku bahwa ia tidak mengetahui siapa pemilik mobil tersebut. Namun, saat warga mendesak untuk membuka mobil itu, tiba-tiba ia mengaku mobil itu adalah miliknya.

Baca Juga: Terobos Sungai dan Gunung, Dua Polisi Tempuh Jalan Ekstrem ke Desa Terpencil Banggai Logistik Pilkada 2024

Kejadian ini memicu ketegangan antara massa warga dan kelompok pendukung Kepala Desa, yang semakin bertambah saat Anggota DPRD dari Partai Golkar, Badawi Alwi, datang ke lokasi dan mengklaim bahwa mobil tersebut adalah miliknya.

"Ini mobil saya, kalau ada yang halangi saya ambil mobil ini, kita baku tabrak," teriak Badawi Alwi dengan nada tinggi. Pernyataan ini justru menambah intensitas konflik di lokasi. Sementara itu, suasana di Desa Madani semakin panas karena kedua kelompok saling mendesak. Bawaslu Luwu Timur yang mendapat laporan tentang adanya "ketegangan politik uang" di Kecamatan Wotu, segera mengambil tindakan.

Baca Juga: Pilkada 2024: Warga Binaan di Sulteng Miliki Hak Suara, TPS Khusus Disiapkan di Lapas

Mobil tersebut akhirnya diamankan oleh Bawaslu dan aparat kepolisian ke Polres Luwu Timur. Ketika mobil dibuka, ditemukan 121 amplop berisi uang masing-masing sebesar Rp200 ribu. Selain itu, terdapat pula sejumlah kaos dengan nomor urut paslon Pilkada Luwu Timur, Budiman - Akbar, yang menimbulkan dugaan kuat bahwa uang tersebut dimaksudkan untuk serangan fajar.

Komisioner Bawaslu Luwu Timur, Sukmawati Suaib, mengungkapkan bahwa pihaknya saat ini masih menyelidiki dugaan pelanggaran yang terjadi. "Kami menerima informasi ada keributan di Desa Madani, dan ada mobil yang diamankan warga. Kami harus pastikan apa motif di balik penemuan uang dalam amplop tersebut," ujar Sukmawati dalam konferensi pers di Polres Luwu Timur.

Baca Juga: Komisi III Geram Bandar Narkoba dari Kalangan APH Harus Dipecat Tanpa Hormat

Berkembangnya Situasi di Desa Madani

Warga yang merasa khawatir dengan adanya praktik politik uang ini berkumpul semakin banyak di lokasi. Mereka mempertanyakan integritas pemilihan yang sedang berlangsung, terutama di saat masa tenang kampanye yang seharusnya terbebas dari segala bentuk manipulasi.

Suasana sempat memanas hingga nyaris terjadi bentrok antara massa yang menuntut keterbukaan dengan pihak yang membela pemilik mobil. Ketegangan akhirnya diredakan setelah kepolisian dan Bawaslu memutuskan untuk membawa mobil dan isinya ke kantor polisi untuk investigasi lebih lanjut.

Baca Juga: SKB CPNS Kemenkumham Sulteng Selesai, Seleksi Ketat Demi Pengayoman Berkualitas

Halaman:

Editor: Nur Rafiqa

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini