• Kamis, 4 Juni 2026

Dua Pukulan Berturut-turut, OTT KPK dan Kekalahan Pilkada Menimpa Rohidin Mersyah

.
Amirullah, Sulawesi Today
- Kamis, 28 November 2024 | 15:52 WIB
Rohidin Mersyah kalah di Pilgub Bengkulu setelah ditetapkan sebagai tersangka korupsi. Helmi Hasan-Mian menang telak, meraih 56,18 persen suara. (Amirulah)
Rohidin Mersyah kalah di Pilgub Bengkulu setelah ditetapkan sebagai tersangka korupsi. Helmi Hasan-Mian menang telak, meraih 56,18 persen suara. (Amirulah)

Sulawesitoday - Bagi Rohidin Mersyah, pekan ini mungkin menjadi salah satu yang paling kelam dalam hidupnya. Mantan Gubernur Bengkulu yang mencalonkan diri kembali dalam Pilgub 2024 itu tak hanya ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK dalam kasus korupsi, tetapi juga kalah telak dalam pemilihan umum. 

Hasil hitung cepat yang dirilis LSI Denny JA menunjukkan pasangan Helmi Hasan-Mian unggul jauh, dengan perolehan suara 56,18 persen dibanding 43,82 persen milik Rohidin-Meriani.

Menurut Pandu Anindya, peneliti dari CPI LSI Denny JA, angka ini nyaris final dengan data yang sudah mencapai 95,67 persen. "Dengan margin error plus-minus 1, hasil ini diperkirakan tidak akan berubah signifikan," ujarnya di Jakarta, Kamis (28/11). Quick count tersebut melibatkan 300 TPS sebagai sampel, dan tingkat partisipasi pemilih Bengkulu tercatat cukup tinggi, yakni 76,87 persen.

Baca Juga: Quick Count JSI Pilkada Gowa 2024, Hati Damai Mantap Memimpin dengan 53,02 Persen Suara

Pukulan beruntun ini tentu menjadi tamparan keras bagi Rohidin. Ia sebelumnya dikenal sebagai pemimpin yang mencoba membangun citra bersih, tetapi keterlibatannya dalam dugaan pemerasan dan gratifikasi kini merusak segalanya.

Dari TPS ke Rutan

OTT yang dilakukan KPK hanya beberapa hari sebelum pemilihan, tepatnya pada 23 November, tampaknya menjadi titik balik bagi Rohidin. Dalam operasi tersebut, KPK mengamankan uang senilai Rp7 miliar yang diduga berasal dari hasil pemerasan terhadap pejabat Pemprov dan pengusaha.

Baca Juga: Chaidir-Muetazim Unggul Telak: Quick Count Pilkada Maros 2024 Sentuh 80 Ribu Suara

Bersama Rohidin, dua pejabat lainnya, Sekda Isnan Fajri dan ajudan gubernur Evriansyah, juga ditetapkan sebagai tersangka.

Sumber dana kampanye Rohidin pun menjadi sorotan. Dugaan gratifikasi dari sponsor kampanye yang mengalir ke timnya telah mengurangi kepercayaan publik, bahkan di daerah-daerah yang sebelumnya menjadi basis dukungannya.

Baca Juga: Unggul 76,35 Persen, Andi Sudirman Serukan Perdamaian Bukan Euforia

Namun, meski terlibat kasus hukum, Rohidin dan pasangannya tetap mampu memenangkan suara di Bengkulu Selatan dengan 55,02 persen. "Ini menunjukkan adanya simpati lokal di tengah badai isu negatif," jelas Pandu.

Kemenangan Helmi Hasan-Mian dan Masa Depan Bengkulu

Di sisi lain, pasangan Helmi Hasan-Mian berhasil mengonsolidasikan kekuatan di sebagian besar wilayah Bengkulu, terutama di Bengkulu Tengah, di mana mereka meraih 62,74 persen suara. Strategi mereka yang menekankan program berbasis kesejahteraan dan antikorupsi dianggap sebagai kunci kemenangan.

Halaman:

Editor: Amirullah

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini