• Kamis, 4 Juni 2026

Sopir Travel Gorontalo Jadi Korban Penikaman, Pelaku Ditangkap

.
Muhammad Aqil Azizi, Sulawesi Today
- Selasa, 4 Februari 2025 | 15:05 WIB
Sopir travel Gorontalo tewas usai ditikam penumpang dalam cekcok soal sewa travel. Pelaku segera diamankan untuk proses hukum.
Sopir travel Gorontalo tewas usai ditikam penumpang dalam cekcok soal sewa travel. Pelaku segera diamankan untuk proses hukum.

Sulawesitoday - Sebuah insiden memilukan terjadi di Minahasa. Sopir travel Gorontalo, Azriel A Billyford Waruis (25), kehilangan nyawanya setelah ditikam oleh penumpang yang terlibat cekcok soal sewa.

Kejadian terjadi pada Senin sore di Kelurahan Wulauan, Kecamatan Tondano Utara. Penumpang, Stivianus Tombokan Sumanti (21), diduga merasa dirugikan karena perselisihan pembayaran sewa yang belum terselesaikan.

Sopir travel Gorontalo turun dari mobil di pinggir jalan untuk menunggu penumpang yang hendak mengambil uang.

Namun, situasi yang awalnya biasa saja berubah menjadi mencekam. Dua pihak terlibat cekcok yang kian memanas hingga akhirnya penumpang tikam sopir dalam situasi yang tak terkendali.

Kejadian berawal ketika sopir dan penumpang sama-sama tak sabar menunggu penyelesaian urusan pembayaran. Penumpang turun dari mobil dan mengajak sopir berunding di area yang sempit.

Dalam hitungan detik, perselisihan berubah jadi kekerasan. Satu pisau tajam yang digunakan mengakibatkan luka serius di bagian dada sang sopir.

Polisi setempat langsung turun tangan. Pelaku segera diamankan di rumah tantenya di Desa Walewangko, Kecamatan Langowan Barat.

Penangkapan terjadi tidak lama setelah insiden, membuat penegak hukum bekerja cepat untuk mengamankan bukti dan saksi mata.

Kepala Reskrim Polres Minahasa mengungkapkan bahwa korban mengalami luka parah di dada dan dinyatakan meninggal di tempat kejadian. Penjelasan tersebut menguatkan dugaan bahwa insiden ini bukan sekadar kesalahpahaman kecil, melainkan konflik yang berujung pada tragedi.

Pertanyaan pun muncul, apakah ketidakmampuan menyelesaikan masalah secara baik-baik menjadi pemicu kekerasan fatal?

Baca Juga: Insiden Mencekam di Yahukimo: Polisi Ditembak, Aipda Syam Balas Tembak KKB Papua

Kisah tragis ini menyisakan duka mendalam. Penumpang yang bertindak ekstrem kini menghadapi proses hukum yang ketat. Komunitas dan keluarga korban tentu berharap agar proses hukum berjalan adil dan transparan.

Insiden ini mengingatkan kita bahwa setiap ketidaksepakatan, jika tidak dikelola dengan bijak, dapat berujung pada peristiwa tragis.

Langkah penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus ini sudah dimulai. Proses pengumpulan bukti dan saksi masih berlangsung, sementara masyarakat dituntut untuk berpikir lebih kritis dalam menghadapi konflik sehari-hari. Kebenaran dan keadilan harus menjadi tujuan bersama agar kejadian serupa tidak terulang lagi.

Halaman:

Editor: Muhammad Aqil Azizi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini