• Kamis, 4 Juni 2026

Profil Fredy Pratama Diduga Pimpin Penyelundupan Sabu 135 Kg

.
Dwi Rahayu Putri, Sulawesi Today
- Rabu, 12 Februari 2025 | 14:57 WIB
Operasi terbaru di Aceh ungkap jaringan narkoba Fredy Pratama dengan penyelundupan sabu 135 Kg. Penegak hukum bekerjasama lintas negara untuk tangkap buron ini.
Operasi terbaru di Aceh ungkap jaringan narkoba Fredy Pratama dengan penyelundupan sabu 135 Kg. Penegak hukum bekerjasama lintas negara untuk tangkap buron ini.

Sulawesitoday - Seorang sosok yang telah lama buron kini kembali mengundang sorotan publik. Profil Fredy Pratama, gembong narkoba yang terkenal dengan banyak alias, terus menimbulkan kekhawatiran masyarakat.

Operasi terbaru di Aceh mengungkap penyelundupan sabu 135 Kg yang diduga terkait dengan jaringan internasionalnya. Penangkapan empat warga Aceh menandai langkah tegas pihak berwenang dalam memberantas perdagangan narkoba.

Jaringan narkoba yang dipimpin Fredy beroperasi di 14 provinsi dengan modus operasi yang semakin canggih. Perdagangan ini tidak hanya melibatkan Indonesia, tetapi juga menghubungkan pihak-pihak di Thailand, Malaysia, dan Amerika Serikat.

Brigjen Mukti Juharsa dari Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri menyatakan, "Kami menerima informasi bahwa ada penyelundupan narkotika dari Thailand." Ia menegaskan bahwa barang haram ini sangat mungkin merupakan milik Fredy Pratama.

Polisi kini menggencarkan strategi Tindak Pidana Pencucian Uang untuk menelusuri aliran dana jaringan narkoba. Metode ini diharapkan mampu mengungkap jejak keuangan yang mengarah langsung ke sang buron.

Fredy Pratama dikenal dengan berbagai alias seperti Cassanova, The Secret, Miming, Air Bag, dan Mojopahit. Ia diduga telah mengubah penampilannya melalui operasi plastik untuk menghindari pelacakan oleh aparat.

Pihak kepolisian telah menyita aset senilai ratusan miliar rupiah yang terkait dengan jaringan narkoba Fredy. Dugaan transaksi triliunan rupiah mencerminkan dampak keuangan besar dari kegiatan ilegal ini.

Kerjasama internasional dengan otoritas Thailand, Malaysia, dan Drugs Enforcement Administration Amerika Serikat terus diperkuat. Tim Khusus Escobar Indonesia pun dibentuk untuk menangkap Fredy dengan kerja sama lintas negara yang intensif.

Barang bukti yang disita dari operasi di Aceh meliputi 135 bungkus sabu yang dikemas dengan label unik, perahu mesin, boat oskadon, dan perangkat komunikasi canggih. Temuan ini mengindikasikan rencana distribusi narkoba ke kota-kota besar seperti Medan dan Jakarta.

Keempat tersangka yang ditangkap kini ditahan di Rutan Bareskrim Polri, Jakarta Selatan. Mereka dijerat dengan pasal-pasal narkotika yang mengancam hukuman pidana mati atau minimal lima tahun penjara dengan denda Rp10 miliar.

Upaya menangkap Fredy Pratama kian sulit karena ia terus memperbaharui taktik komunikasi dan penyamaran identitas. Pihak berwenang menyatakan bahwa jaringan narkoba ini telah beroperasi sejak 2014 dan terus berkembang meski mendapat tekanan hukum.

Baca Juga: Wakil Rakyat Telaah Ulang Anggaran Sewa Mobil Dinas di Parigi Moutong, Incar Transparansi

Polisi berjanji akan terus membongkar jaringan narkoba ini hingga ke akar-akarnya dan menangkap Fredy Pratama yang masih buron. Komitmen ini memberikan harapan baru bagi penegakan hukum untuk menumpas kejahatan narkoba secara menyeluruh.

Penyelidikan kasus ini terus bergulir dengan berbagai langkah inovatif dan koordinasi yang kian solid antar lembaga. Pemerintah bertekad memastikan keamanan dan keadilan bagi seluruh masyarakat melalui penindakan tegas terhadap kejahatan narkoba.

Halaman:

Editor: Dwi Rahayu Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini