Sulawesitoday - Di layar, mungkin ada adegan kejar-kejaran atau cinta yang kandas. Tapi di kursi baris tengah bioskop Citra XXI, drama lain sedang terjadi—lebih nyata, lebih kacau, dan sayangnya, tanpa sutradara.
Pada 30 April 2025, TikTok mendokumentasikan lebih dari sekadar popcorn dan plot twist. Sebuah video pendek dari akun @jkt48911 mendadak menyulut amarah warganet.
Dalam tayangan yang direkam di Mall Ciputra, Jakarta Barat, terlihat seorang pria berkulit hitam—diduga Warga Negara Asing—meledak dalam amarah.
Tak hanya berteriak, ia mengajak berkelahi. Beberapa penonton mencoba menenangkan, tapi emosi sudah lebih cepat dari nalar.
“Karena dia ngamuk tanpa alasan,” ujar sang perekam, menjawab komentar netizen yang penasaran.
Di balik kursi bioskop yang gelap, konfrontasi tak lagi sekadar adegan film. Laporan menyebut ia sempat menendang kursi penonton, membuat suasana mencekam seperti thriller tanpa soundtrack.
Petugas bioskop terlihat mencoba meredakan situasi di area konter makanan. Tapi hingga kini, pihak manajemen Citra XXI belum memberi keterangan. Mall Ciputra juga diam. Lalu polisi? Entahlah. Seolah layar kosong menunggu naskah yang tak kunjung ditulis.
Komentar netizen membanjir, dengan nada mulai dari marah, heran, hingga sarkas. Sebagian menyerukan deportasi. Sebagian lagi menanyakan bagaimana pengamanan tempat umum bisa se-longgar itu.
Baca Juga: ART IKN Gagal Uji Coba, Armada Kereta Tanpa Rel Dipulangkan ke China
Ini bukan kali pertama media sosial menjadi panggung utama bagi insiden publik. Tapi, lagi-lagi, kita dihadapkan pada satu pertanyaan mendasar: ketika ruang publik tak aman bahkan dalam gelap bioskop, lalu di mana sebenarnya panggung peradaban kita berada?
Video itu sudah ditonton ribuan kali. Tapi lebih dari sekadar viral, ia adalah potret rapuhnya ketertiban dan absennya tanggapan formal. Semua orang menonton. Tapi siapa yang benar-benar peduli?