kriminal

Besi Gorong-Gorong di Palu Dicuri: Infrastruktur Terkikis, Bahaya Mengintai Warga

Selasa, 3 Juni 2025 | 10:13 WIB
Pencurian besi gorong-gorong kian marak di Palu, mengancam infrastruktur dan keselamatan warga. Potret buram minimnya tanggung jawab sosial.

Sulawesitoday - Fenomena pencurian aset publik, khususnya besi gorong-gorong, telah menjadi "luka menganga" di Palu. Bukan sekadar nilai material yang hilang, namun juga bahaya yang mengintai dan mentalitas abai terhadap kepentingan bersama.

Peristiwa ini bukan lagi desas-desus, melainkan ancaman nyata yang perlahan mengikis fondasi sarana umum kota.

Di sudut Belakang PGM, Batu Gajah, cerita pilu serupa terulang. Gorong-gorong yang seharusnya menjaga aliran air dan stabilitas jalan, kini tinggal rongga kosong, bekas jejak tangan tak bertanggung jawab.

Kerusakan ini, walau terkesan sepele, sejatinya adalah cerminan dari sebuah problematik yang lebih dalam: rapuhnya kesadaran akan tanggung jawab sosial.

Pencurian besi gorong-gorong dicuri di Palu bukanlah kasus tunggal. Jalan Kartini, saksi bisu 35 manhole dan besi resapan air tepi jalan yang raib ditelan malam, menjadi bukti betapa masifnya aksi ini.

Pun demikian di rumah susun Jalan Sungai Wera, Kota Palu, di mana elemen besi fasilitas umum, mulai dari manhole cover, pembatas jalan, hingga rangka atap dan pagar kuburan, tak luput dari incaran.

Mirisnya, motif di balik aksi-aksi ini seringkali berakar pada kebutuhan sesaat atau pun kesempatan yang dimanfaatkan. Namun, dampaknya jauh melampaui kerugian finansial.

Sarana publik rusak, fungsi fasilitas umum terganggu, dan yang paling krusial, potensi bahaya bagi pengguna jalan meningkat drastis. Lubang-lubang menganga di tengah jalan adalah jebakan tak terlihat, menunggu korban dari pengendara yang lengah.

Baca Juga: Geng Motor Makassar Berulah: Remaja Pamer Samurai, Tantang Tawuran Lewat Live Instagram

Jika dibiarkan berlarut, bukan tak mungkin esok hari jembatan atau fasilitas vital lain turut lenyap. Kondisi ini menuntut peran aktif seluruh elemen masyarakat. Kewaspadaan warga menjadi kunci, sementara aparat penegak hukum diharapkan bertindak sigap.

Lingkungan kita, sarana umum yang sejatinya dinikmati bersama, jangan sampai menjadi korban ulah segelintir pihak yang mengabaikan nilai-nilai kepatutan.

Tags

Terkini