Namun, niat baik itu kini justru berbalik menjadi bumerang, menyeret nama Nadiem ke dalam labirin hukum.
Dengan total anggaran fantastis Rp9,8 triliun pada tahun 2021, wajar saja jika sorotan publik kini tertuju pada kemana saja dana sebesar itu mengalir, dan siapa saja yang menikmati kue manis di baliknya.
Baca Juga: Longsor Tutup Jalan Trans Sulawesi di Mamuju Tengah, Lalin Lumpuh
Pemeriksaan Nadiem Makarim ini adalah babak penting. Kejagung seolah ingin mengirim pesan: tak ada yang kebal dari jeratan hukum, bahkan mantan menteri sekalipun.
Fokus utama tetap pada tanggung jawab Nadiem sebagai KPA, dan tentu saja, mengungkap apakah ia terlibat dalam "penguncian" spesifikasi serta penggelembungan harga yang jelas-jelas merugikan kocek negara. Kasus ini masih panjang, dan publik menanti keadilan.