• Kamis, 4 Juni 2026

Skandal Chromebook Menguak, Nadiem Diperiksa Pekan Depan - Perannya Erat di Proyek Triliunan

.
Nur Rafiqa, Sulawesi Today
- Jumat, 20 Juni 2025 | 21:44 WIB
Mantan Mendikbudristek Nadiem Makarim dipanggil Kejagung terkait dugaan korupsi pengadaan Chromebook Rp9,8 T. Perannya sebagai KPA disorot.
Mantan Mendikbudristek Nadiem Makarim dipanggil Kejagung terkait dugaan korupsi pengadaan Chromebook Rp9,8 T. Perannya sebagai KPA disorot.

Sulawesitoday - Jarum jam kejaksaan mulai berdetak. Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Anwar Makarim, kini masuk dalam daftar panggil.

Pekan depan, kursi panas penyelidikan kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook senilai Rp9,8 triliun siap menyambutnya di hadapan Kejaksaan Agung. Sebuah proyek digitalisasi ambisius yang kini justru beraroma tak sedap.

Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Dirdik Jampidsus), Kuntadi, tak main-main.

Ia menegaskan, pemanggilan Nadiem bukan sekadar basa-basi, melainkan upaya mendalam untuk mengorek sejauh mana mantan orang nomor satu di Kemendikbudristek itu tahu-menahu soal "main mata" dalam proyek tersebut.

Posisi Nadiem sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) kala itu, menurut Kuntadi, "erat sekali" dengan pusaran kasus ini. KPA, bak nahkoda kapal, memegang penuh kendali dan tanggung jawab atas setiap rupiah yang keluar dari kas kementeriannya.

Namun, benarkah Nadiem mengetahui setiap detail penyimpangan yang mungkin dimainkan oleh para bawahannya?

"Tapi apakah dia mengetahui atau tidak itu yang akan kita dalami," ujar Kuntadi, melontarkan tanya yang menggantung di udara.

Sebuah pertanyaan krusial yang akan menjadi kunci, apakah Nadiem hanya korban dari intrik bawahan, atau justru bagian dari skenario besar.

Skandal ini mencuat dari laporan tajam Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman.

Modus operandi yang diduga terjadi tak lain adalah "penguncian" spesifikasi teknis dalam e-katalog.

Seperti sebuah jebakan yang rapi, spesifikasi diatur sedemikian rupa sehingga hanya merek Chromebook tertentu yang bisa lolos, membuka jalan tol bagi sang pemenang tender.

Tak hanya itu, dugaan mark-up atau penggelembungan harga pun menjadi sorotan tajam. Konon, ratusan ribu unit laptop—sekitar 240.000 unit—dipesan dengan harga yang jauh melampaui kewajaran.

Kejagung kini sedang bekerja keras, seperti detektif yang mencari jejak di kegelapan, untuk menemukan siapa "pemain" utama di balik layar yang mengatur semua detail teknis tersebut, hingga hanya satu merek saja yang bisa berdiri kokoh di panggung pengadaan.

Proyek Chromebook ini awalnya adalah bagian dari mega proyek digitalisasi sekolah, sebuah cita-cita mulia di era kepemimpinan Nadiem.

Halaman:

Editor: Nur Rafiqa

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini