Sulawesitoday - Apa yang membuat video Kepala Kantor OMC Kota Palu jadi gunjingan? Jawabnya, bukan soal promosinya, tapi reaksi netizen geram yang membuncah setelah tayangan itu meluncur di dunia maya.
Gelombang kritik deras bak air bah, membanjiri linimasa, bahkan ada yang menuntut sang kepala kantor agar disergap aparat penegak hukum. Sebuah episode drama digital yang tak terduga, bukan?
Ketika "Jaya" Berujung Gundah Gulana: Gelombang Amarah Netizen Terhadap Kepala Kantor OMC Palu
Siapa sangka, tayangan sebuah video di akun Facebook @Randy Onyop kini jadi bola panas di tengah publik Palu. Dalam rekaman itu, Kepala Kantor OMC Kota Palu, Zakarias Widodo, tampil memperkenalkan diri sebagai punggawa OMC 2842 Palu, Sulawesi Tengah.
Ia berkisah tentang geliat pengembangan tim OMC yang disebutnya sudah tembus empat level. Muluk-muluk, Zakarias pun melukiskan janji manis: dari motor Scoopy hingga mobil Avanza yang katanya sudah menunggu di ujung jalan.
"Sampai kepada motor Scoopy. Perjuangan ini masih dalam perjalanan sebab masih ada hari besok, dimana mobil Avanza menunggu kita semua," ujar Zakarias, melambungkan asa dalam videonya.
Tak lupa, ia juga menebar doa agar para member diberkati dan mendapat rahmat Tuhan. "Jaya, jaya, jaya," pungkasnya, mengakhiri tayangan yang kini viral bak api dalam sekam.
Gelegar Amarah di Kolom Komentar: Netizen Minta Tangkap dan Tolak Deposit
Namun, bukannya sambutan hangat, video berdurasi singkat itu justru memantik amarah khalayak dunia maya. Bak disulut petasan, kolom komentar akun @Randy Onyop langsung dibanjiri sumpah serapah dan kekesalan.
Hingga Rabu pagi, pantauan di dunia maya mencatat video itu telah ditonton lebih dari 22 ribu kali, dibagikan 10 kali, dan memanen 87 tanggapan serta 38 komentar. Mayoritas isinya adalah luapan kekesalan yang mendidih.
"Tangkap polisi kalau tidak jelas begini kasian masyarakat dibodohi, alamatnya dilacak," tulis akun @Elim Mamuaya, menyerukan penindakan hukum. Sementara itu, akun @Towandu Rahman Nur, justru mengajak para member untuk menahan diri dari godaan deposit.
"Kalau mau buat tim berkembang sebaiknya jangan deposit, buat suatu bisnis yang bisa menghasilkan uang asal tidak tipu orang lain," imbuhnya, seolah mengingatkan pada jurang penipuan.
OJK Angkat Bicara, OMC Tetap Berkelit
Kegaduhan ini bukanlah isapan jempol belaka. Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Tengah sendiri sebelumnya telah menabuh genderang peringatan. Mereka menegaskan bahwa aplikasi OMC, yang digembar-gemborkan Zakarias, tak terdaftar dalam database OJK sebagai lembaga keuangan yang legal.