Lebih jauh, OJK melalui Satuan Tugas Penanganan Aktivitas Keuangan Ilegal (PASTI) bahkan sudah berupaya mengundang pihak OMC untuk dimintai klarifikasi. Namun, hasilnya nihil.
Lalu, bagaimana respons Zakarias Widodo setelah videonya menyebar dan dihujani kritik tajam? Singkat saja, "Ia terima Kasih. Kami berjuang untuk kesejahteraan bersama." Alih-alih meredakan situasi, ia malah melanjutkan dengan pernyataan yang tak kalah mengundang tanya.
Menurutnya, banyak "kewarganegaraan" dari Indonesia, Filipina, Vietnam, hingga Brazil punya akun Palu sehingga harus aktivasi akun dan verifikasi KTP.
Bahkan ia menyarankan, "Kiranya karyawan yang tidak bisa biaya Aktivasi harus ditolong oleh para leader di Group masing masing. Salam hormat kami." Sebuah balasan yang justru memantik tanda tanya besar, seolah-olah mengesankan bahwa aktivasi dan verifikasi KTP adalah jalan keluar, bukan inti persoalan legalitas.
Artikel Terkait
Bupati Parimo Mangaturi Vuaa, SK PPPK Mopa Lima Taun?
Babak Baru Pemberantasan Korupsi PDAM Banggai, Mantan Dirut Kini di Tangan Jaksa
Pengedar Narkoba di Palupi Diringkus, Terungkap Jaringan Besar di Balik 143 Gram Sabu
Tulu Mata nu Investasi Ilegal OMC, Agina Tangan OJK masi Lunglai?
OJK Sulteng Buka Jalur Pengaduan Korban Keuangan Ilegal, Solusi Cepat Menangkal Modus Bodong di Bumi Tadulako