Sulawesitoday - Polres Morowali Utara berhasil memutus mata rantai peredaran di wilayah pesisir. Operasi senyap ini tangkap 2 pelaku tindak pidana. Serta sita 96 gram shabu yang siap edar di Kecamatan Mamosalato. Informasi intelijen bergerak cepat. Penyelidikan intensif pun dilakukan.
Pada Jumat (22/8/2025) siang, sebuah mobil Avanza hitam menjadi target. Dua pria berada di dalamnya. Mereka adalah PG (58) dan AA (29). Pukul 12.30 WITA, di Desa Kolo Atas, mobil itu dihentikan. Personel gabungan Polsek Bungku Utara dan Polsubsektor Mamosalato mengambil tindakan. Pemeriksaan dilakukan. Sebuah penggledahan segera dilakukan. Hasilnya mencengangkan. Dua sachet besar ditemukan. Bungkusan itu dilakban. Tersimpan rapi dalam sebuah dus kecil. Terbukti, paket tersebut berisi sabu-sabu.
Langkah ini bukan tanpa sebab. Penyelidikan awal mengungkapkan sebuah skema distribusi terencana. Dikutip dari keterangan Kapolsek Bungku Utara, AKP Marthen Tangkelangi, SH., paket sabu itu dibawa oleh AA dari Kolodale. Perjalanan dilakukan dengan kapal kayu. Paket sampai di Pelabuhan Baturube. Di sana, AA dijemput PG. Mereka melanjutkan perjalanan dengan mobil. Rencananya, barang haram itu akan diedarkan di wilayah Mamosalato. Namun, rencana mereka gagal total di tengah jalan.
Tak hanya sabu seberat 96 gram, sejumlah barang bukti lain turut diamankan. Di antaranya uang tunai sebesar Rp1.950.000. Tiga unit ponsel, terdiri dari merek Nokia, Realme, dan Infinix, ikut disita. Ada pula dua korek api berbentuk pistol. Satu bilah badik juga ditemukan. Seluruh barang bukti bersama kedua tersangka telah diserahkan ke Satresnarkoba Polres Morowali Utara untuk proses hukum.
Kapolres Morowali Utara AKBP Reza Khomeini, S.I.K., membenarkan penangkapan. Dihubungi via pesan singkat, beliau menegaskan komitmen institusinya. "Benar, anggota kami telah berhasil menangkap dua pelaku dan mengamankan barang bukti shabu sebanyak dua paket dengan berat total 96 gram," tulisnya. "Seluruh pelaku dan barang bukti telah diamankan di Polres Morowali Utara untuk pemeriksaan lebih lanjut."
Keberhasilan operasi ini menunjukkan langkah tegas kepolisian dalam merespon aduan masyarakat. Ini bukan sekadar penangkapan. Ini adalah komitmen untuk menjaga Morowali Utara dari ancaman narkoba. Memastikan hak setiap warga untuk hidup di lingkungan yang aman dan adil. Sebab, keadilan tidak hanya milik satu orang. Keadilan harus milik semua.
Dan seperti cerita ini, biarkan rahasianya tetap di antara kita. Biar kita saja yang tahu.
Baca Juga: Immanuel Ebenezer Minta Amnesti, Istana Pertegas Posisi: Tak Ada Toleransi Korupsi