kriminal

Keracunan 335 Siswa Bangkep, Bareskrim Polri Geledah Dapur Gizi Nasional - Cari Bukti Kontaminasi Makanan

Rabu, 24 September 2025 | 18:12 WIB
Bareskrim kirim tim khusus selidiki keracunan 335 siswa Bangkep. Fokus investigasi dapur SPPG sebagai sumber kontaminasi makanan sekolah

Sulawesitoday - Penyidik khusus Polri mendalami dugaan kontaminasi makanan yang melanda ratusan pelajar Banggai Kepulauan.

Bareskrim Polri menerjunkan tim penyidik spesial ke Banggai Kepulauan untuk mengusut tuntas kasus keracunan massal yang menimpa 335 siswa. Rabu kemarin, 24 September 2025, tim elit dipimpin Kombes Pol Afrisal langsung menyisir dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang diduga menjadi biang kerok tragedi ini.

Langkah tegas ini diambil setelah insiden menggemparkan pada 17 September lalu mengguncang dunia pendidikan di daerah kepulauan tersebut. Ratusan siswa mendadak merasakan sakit perut dan mual hebat usai mengkonsumsi makanan dari program gizi pemerintah.

  • Apa yang Ditemukan Tim Penyidik di Lokasi?

Kombes Pol Afrisal, penyidik Tindak Pidana Madya Tingkat II dari Dittipideksus Bareskrim Polri, memimpin operasi pengumpulan bukti secara menyeluruh. Tim forensik memeriksa setiap sudut dapur. Mulai peralatan masak hingga sistem penyimpanan bahan makanan.

"Kami mengkaji seluruh proses pengolahan makanan," ungkap sumber internal penyidikan yang enggan disebut namanya. Setiap detail direkam. Sampel makanan diambil untuk analisis laboratorium mendalam.

AKBP Ronaldus Karurukan, Kapolres Banggai Kepulauan, mengkonfirmasi kehadiran tim elit tersebut. "Kami memberikan dukungan penuh kepada rekan-rekan Bareskrim," katanya dengan nada serius. Ia menambahkan, penyidik juga menggali informasi dari karyawan Badan Gizi Nasional yang bertugas di lokasi.

  • Bagaimana Kronologi Kejadian Bermula?

Tragedi dimulai saat jam makan siang pada 17 September. Ratusan siswa dari berbagai sekolah di Banggai Kepulauan mengkonsumsi makanan program gizi nasional seperti biasa. Tidak ada yang mencurigakan pada awalnya.

Namun sekitar dua jam kemudian, keluhan mulai bermunculan. Siswa satu per satu mengeluhkan sakit perut. Mual dan muntah menyerang bergelombang. Kepanikan melanda lingkungan sekolah.

RS Trikora Salakan kebanjiran pasien cilik. Total 335 siswa dilarikan ke rumah sakit dengan gejala serupa. Tenaga medis bekerja keras menangani lonjakan pasien secara bersamaan.

"Kami langsung mengaktifkan prosedur darurat," kata dr. Samsul Bachri, direktur RS Trikora Salakan. Sebagian besar pasien mengalami gejala keracunan ringan hingga sedang. Kondisi mereka berangsur membaik setelah mendapat penanganan medis.

  • Apakah Ada Indikasi Kelalaian dalam Pengolahan?

Fokus penyelidikan mengarah pada standar kebersihan dan prosedur pengolahan makanan di dapur SPPG. Tim Bareskrim mencurigai adanya kontaminasi pada tahap persiapan atau penyimpanan bahan makanan.

Beberapa kemungkinan tengah ditelusuri. Mulai dari kebersihan peralatan masak, kualitas bahan mentah, hingga suhu penyimpanan yang tidak sesuai standar. Setiap variabel dianalisis secara sistematis.

"Kami tidak menutup kemungkinan adanya human error dalam proses pengolahan," ujar sumber yang dekat dengan penyelidikan. Namun tim juga memeriksa kemungkinan kontaminasi dari sumber eksternal.

Pihak Badan Gizi Nasional mengaku kooperatif dalam penyelidikan. Mereka menyediakan dokumen prosedur operasional standar dan catatan aktivitas harian dapur.

Halaman:

Tags

Terkini