kriminal

Saksi Buka Suara! Fakta Mengejutkan di Balik Kematian Asri Lasahara, Petani Sawit di Banggai!

Jumat, 11 Oktober 2024 | 17:09 WIB
Fakta baru terungkap mengenai kematian Asri Lasahara, petani sawit yang ditemukan tewas di Banggai. #FaktaMengejutkan #KronologiKematianAsri #BeritaBanggai (Amirulah)

Sulawesitoday - Saksi mata akhirnya angkat bicara mengenai kematian tragis Asri Lasahara, seorang petani sawit di Desa Binsil Padang, Kecamatan Bualemo, Banggai, Sulawesi Tengah. Asri, yang berusia 43 tahun, ditemukan tak bernyawa pada Jumat (11/10/2024) setelah sebelumnya terlihat dalam kondisi menggigil. Kronologi yang diceritakan oleh saksi mata dan keluarga korban menambah dimensi baru yang cukup mengejutkan.

Kapolsek Bualemo, AKP Haryadi, mengungkapkan bahwa Ibu Hasni, salah satu anggota keluarga korban, menjadi orang pertama yang menemukan kondisi Asri. Hasni merasa cemas karena korban ditemukan dalam kondisi menggigil. Ketika kondisi semakin parah, dia segera memberi tahu kepala desa, yang kemudian meneruskan laporan tersebut kepada pihak kepolisian.

Baca Juga: Tilang Elektronik Diintensifkan! Operasi Zebra Tinombala 2024, Ribuan Pelanggar Siap Terekam E-TLE

“Kami langsung mengamankan lokasi kejadian setelah menerima laporan dari kepala desa,” ujar AKP Haryadi. Pihak kepolisian segera memeriksa keterangan dari sejumlah saksi, termasuk rekan kerja dan keluarga korban.

Rekan kerja Asri, Sarbin Saada, juga memberikan keterangan penting. Ia menjelaskan bahwa sejak Kamis (10/10), Asri sudah tak lagi terlihat menunggu di depan rumahnya seperti biasanya. "Setiap hari, sekitar pukul 05.00 WITA, Asri dijemput untuk bekerja di perkebunan sawit. Tapi sejak Kamis pagi, saya sudah tidak melihatnya lagi," beber Sarbin.

Menurut Sarbin, Asri sudah bekerja selama dua tahun di perkebunan sawit dan selama itu, ia kerap mengeluh sakit magh serta sering pusing. Namun, meskipun sering mengalami masalah kesehatan, Asri jarang memeriksakan kondisinya ke Puskesmas. Keluarga korban pun membenarkan bahwa Asri lebih memilih bertahan dengan keluhannya tanpa memeriksakan diri.

Malam terakhir Asri terlihat hidup adalah pada Rabu (9/10) sekitar pukul 21.00 WITA. Saat itu, keluarga korban mengantarkan makanan untuknya. Namun, siapa sangka, itu menjadi pertemuan terakhir keluarga dengan Asri. Tak ada yang menyangka bahwa ia akan ditemukan dalam kondisi meninggal dunia beberapa hari kemudian.

Keluarga Asri, meskipun terkejut dan terpukul, menerima dengan ikhlas kepergian pria yang dikenal sebagai pekerja keras tersebut. Mereka memutuskan untuk langsung memakamkannya pada pukul 10.30 WITA, tak lama setelah tubuhnya ditemukan.

“Pihak keluarga tidak keberatan dan sudah menerima dengan ikhlas kepergian korban,” tambah AKP Haryadi.

Meskipun keterangan dari para saksi dan keluarga memberikan gambaran jelas mengenai kondisi Asri sebelum kematiannya, pihak kepolisian tetap akan melanjutkan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan tidak ada faktor lain yang terlewat. Kronologi yang diungkapkan oleh saksi mata serta kesehatan korban yang memburuk sebelum kematiannya menjadi titik awal penting dalam investigasi.

Tags

Terkini