• Selasa, 21 Juli 2026

Kelalaian Fatal! Dua Bocah Tewas Tenggelam di Empang, Orang Tua Tidak Tahu Anak Pergi Berenang

.
Amirullah, Sulawesi Today
- Jumat, 11 Oktober 2024 | 15:57 WIB
Dua bocah tewas tenggelam di empang Maros. Kurangnya pengawasan orang tua diduga jadi penyebab utama tragedi ini. #Maros #Tenggelam #PengawasanOrangTua #Kecelakaan (Amirulah)
Dua bocah tewas tenggelam di empang Maros. Kurangnya pengawasan orang tua diduga jadi penyebab utama tragedi ini. #Maros #Tenggelam #PengawasanOrangTua #Kecelakaan (Amirulah)

Sulawesitoday - Peristiwa tragis kembali terjadi di Desa Majannang, Kecamatan Maros Baru, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Dua bocah perempuan, AU (5) dan HA (6), tewas tenggelam di empang sedalam dua meter pada Kamis sore (10/10/2024). Kejadian ini menyoroti pentingnya pengawasan orang tua terhadap anak-anak mereka, terutama ketika bermain di sekitar area berbahaya.

Menurut Kepala Desa Majannang, Junaedi, kedua korban awalnya meminta izin kepada orang tua mereka untuk bermain, namun tanpa sepengetahuan orang tua, mereka pergi ke empang yang berjarak sekitar 50 meter dari rumah. Junaedi menegaskan bahwa orang tua korban tidak mengetahui bahwa anak-anak tersebut pergi berenang di empang yang telah digali sedalam dua meter.

Baca Juga: Gegerkan Media Sosial! Saling Ejek Nama Orang Tua Berujung Duel di Kebun Karet, Perkelahian Pelajar SMP Bulukumba Jadi Sorotan

"Awalnya itu katanya dia minta izin untuk main sama orang tuanya, makanya orang tuanya tidak tahu anak ini pergi berenang di empang," ujar Junaedi kepada wartawan. Hal ini mengungkapkan betapa mudahnya pengawasan terlepas, terutama saat anak-anak bermain di luar rumah. Tidak ada yang menyangka bahwa keinginan sederhana untuk bermain berakhir dalam tragedi.

Bersama kedua korban, seorang bocah laki-laki yang juga ikut ke empang menjadi saksi mata utama. Bocah tersebut sempat turun ke air, tetapi kemudian menyadari bahwa AU dan HA tenggelam. Dengan cepat, ia melaporkan kejadian tersebut kepada orang tua korban. Warga sekitar kemudian segera menuju lokasi untuk melakukan evakuasi.

"Anak ini yang pergi melapor meminta tolong ke warga di sini sehingga orang tuanya dan warga ke empang tersebut," tambah Junaedi. Meskipun bantuan segera dikerahkan, pencarian kedua korban memakan waktu sekitar setengah jam. Saat ditemukan, kedua bocah sudah berada di bawah air, tidak lagi terselamatkan.

Peristiwa ini tidak hanya menggugah kesedihan mendalam, tetapi juga menjadi peringatan bagi orang tua agar lebih waspada terhadap aktivitas anak-anak mereka, terutama di area yang memiliki potensi bahaya. Meskipun izin untuk bermain diberikan, penting bagi orang tua untuk memastikan anak-anak bermain di lingkungan yang aman dan terkendali.

Sebagai langkah pencegahan, pihak desa akan segera memasang papan larangan berenang di sekitar empang untuk menghindari kejadian serupa di masa mendatang. "Kalau tidak salah informasi dari warga, sekitar setengah jam pencarian itu baru ditemukan di bawah air," pungkas Junaedi.

Kejadian ini menyoroti kurangnya pengawasan dan pentingnya edukasi bagi masyarakat tentang bahaya yang tersembunyi di sekitar lingkungan kita sehari-hari. Tidak ada yang pernah tahu kapan tragedi seperti ini bisa terjadi, tetapi dengan pengawasan lebih ketat dan langkah preventif yang jelas, risiko seperti ini bisa diminimalisir.

Editor: Amirullah

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini