kriminal

Rekonstruksi Mencekam! Polisi Bongkar 30 Adegan Pembunuhan Tragis di Maros

Selasa, 15 Oktober 2024 | 12:29 WIB
Polisi gelar 30 adegan rekonstruksi pembunuhan keji di Maros, ungkap detil tragis dari pemukulan hingga penusukan oleh pelaku. #RekonstruksiPembunuhan #KasusTragis #PolresMaros (Muhammad Aqil Azizi)

Berita kriminal sulawesitoday - Proses rekonstruksi kasus pembunuhan tragis di Maros yang menewaskan MRA (13) oleh ayah kandungnya, Bambang (44), benar-benar mengguncang masyarakat setempat. Pada Senin (14/10/2024), pihak kepolisian Polres Maros menggelar rekonstruksi di Posko Jatanras dengan menghadirkan 30 adegan yang mengerikan, memperlihatkan bagaimana korban mengalami kekerasan luar biasa di tangan pelaku.

Adegan-adegan ini disusun dengan tujuan mengungkap seluruh detail kejahatan secara jelas dan mengonfirmasi kronologi dari setiap tindakan keji tersebut.

Baca Juga: Jalan Terjal Keadilan: Keluarga Korban Pengeroyokan Tempuh Jalur Hukum, Sekolah Dinilai Lalai!

"Ya, ada 30 adegan yang kita rekonstruksi," ujar Iptu Mukhbirin, KBO Satuan Reskrim Polres Maros, yang memimpin jalannya proses ini. Setiap adegan menggambarkan kekejaman yang dilakukan pelaku, mulai dari pemukulan hingga penusukan yang mengakibatkan ratusan luka di tubuh korban.

Bahkan, dalam proses ini, beberapa saksi penting dihadirkan, meski dua di antaranya harus digantikan oleh peran pengganti untuk mempermudah jalannya rekonstruksi.

Baca Juga: Lawan Hukum Pemilu, Dua Pejabat Pinrang Hadapi Jeratan Pidana! ASN Pinrang Terjerat Kasus Hanya Karena Ikuti Akun Paslon Bupati

Adegan pertama memperlihatkan bagaimana pelaku memukul kepala anaknya secara berulang kali.

"Dia memukul di kepala, badan, dan menendang bagian pinggul," jelas Mukhbirin. Hasil dari kekerasan tersebut, lebih dari 100 luka ditemukan di tubuh MRA. Luka-luka itu, menurut pemeriksaan, terdiri dari memar-memar di bagian kepala, lengan, dada, hingga bagian belakang tubuh korban.

Gambaran visual dalam rekonstruksi ini mengungkap betapa sadisnya tindakan pelaku, yang jelas menimbulkan trauma mendalam bagi para saksi yang hadir, serta masyarakat yang mengikuti kasus ini sejak awal.

Baca Juga: Kekacauan di Pengadilan Pinrang! Eksekusi Rumah Warga Berujung Kericuhan

Selain itu, pelaku juga melakukan penusukan di beberapa bagian tubuh korban. "Ada tiga tusukan di punggung, serta tusukan di lengan dan dada kiri, meski tidak terlalu dalam," lanjutnya.

Setiap adegan ini memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada penyidik dan publik tentang bagaimana kejahatan terjadi, sekaligus menambah bukti-bukti yang semakin memperkuat kasus di pengadilan nanti.

Baca Juga: Terbongkar! Modus Korupsi dalam Pengadaan Alat Laboratorium FK Untad, Kejati Sulteng Ungkap Fakta Mengejutkan

Kasus pembunuhan ini pertama kali terungkap saat korban dibawa ke Puskesmas Labakkang dalam kondisi penuh luka lebam pada Minggu (11/8). Dari rekaman CCTV, terlihat bahwa korban dibawa oleh pengendara motor tanpa pelat kendaraan.

Halaman:

Tags

Terkini