Sulawesitoday - Penyelidikan tengah berlangsung di Polsek Baito terkait dugaan pelanggaran prosedur dalam penanganan kasus Supriyani, seorang guru honorer SDN 4 Baito. Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) segera mengambil langkah cepat, menurunkan tim internal untuk memastikan tidak ada kesalahan prosedur dalam penanganan perkara yang menyita perhatian publik ini.
Brigjen Pol Amur Chandra Juli Buana, Wakapolda Sultra, menyatakan bahwa pembentukan tim ini merupakan langkah responsif atas munculnya informasi di masyarakat mengenai ketidakberesan di Polsek Baito.
"Kami dari Polda sudah menurunkan tim untuk mencari pembuktian terhadap isu-isu yang beredar," ujarnya, Rabu (tanggal belum disebutkan).
Isu utama dalam penyelidikan ini adalah bagaimana barang bukti berupa sapu ijuk—yang diduga terkait kasus—diambil. Informasi awal mengindikasikan barang tersebut tidak disita oleh penyidik, melainkan diambil secara diam-diam oleh orang tua korban di sekolah. Dugaan ini menjadi salah satu fokus investigasi tim internal Polda.
"Kami dalami semua itu, termasuk pengambilan barang bukti yang seharusnya dilakukan secara resmi oleh penyidik," jelas Amur Chandra.
Pengambilan bukti yang tidak sesuai prosedur tentu memunculkan tanda tanya besar. Dalam penegakan hukum, tata cara penanganan bukti memainkan peran penting untuk memastikan transparansi dan validitas kasus di pengadilan.
Jika benar ada pelanggaran dalam tahap ini, integritas proses hukum bisa dipertaruhkan. Kendati demikian, Amur Chandra memastikan bahwa berkas perkara sudah diserahkan ke kejaksaan dan dinilai cukup untuk dibawa ke persidangan.
"Nanti di pengadilan, seluruh materi perkara akan dikupas lagi," tambahnya.
Investigasi ini dilakukan bukan hanya untuk memastikan tidak ada pelanggaran, tetapi juga untuk memulihkan kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian di wilayah tersebut. Polda Sultra ingin memastikan bahwa prosedur yang berlaku ditegakkan dengan benar di semua lini, terutama dalam penanganan kasus-kasus yang mendapat sorotan masyarakat.
"Mudah-mudahan dalam waktu dekat hasilnya bisa kita ketahui dan sampaikan kepada masyarakat," pungkas Amur Chandra.