kriminal

Lalai Tinggalkan Barang di TKP, Pria Gorontalo Ketahuan Bobol 12 Sekolah

Selasa, 7 Januari 2025 | 18:59 WIB
Pria 23 tahun di Gorontalo ditangkap setelah mencuri di 12 sekolah. CCTV dan barang bukti yang tertinggal di lokasi jadi kunci pengungkapan kasus.

Sulawesitoday - Seorang pria berinisial MNA (23) di Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo, akhirnya harus berurusan dengan hukum setelah aksi nekatnya membongkar 12 sekolah terungkap. Modusnya yang menyasar barang-barang ringan seperti uang tunai hingga makanan ternyata sudah berlangsung selama berbulan-bulan.

Namun, di lokasi terakhir, kesalahan kecilnya justru menjadi titik balik kasus ini. Sepeda motor dan ponsel yang tertinggal di lokasi berhasil menghubungkan pelaku dengan serangkaian aksi pencurian.

"Pelaku sudah diamankan. Ada 12 sekolah yang menjadi targetnya. Dia biasanya mencari uang atau barang lain yang ada di sekolah," ungkap Kompol Leonardo Widharta, Kasat Reskrim Polresta Gorontalo Kota, Selasa (7/1/2024).

Pengungkapan kasus ini bermula dari laporan salah satu pihak sekolah yang menemukan sekolahnya telah dibongkar. Bukti kuat datang dari rekaman CCTV yang dengan jelas menunjukkan aksi pelaku.

Baca Juga: Demi Rokok, 3 Remaja di Banggai Gasak Besi Scaffolding

Aksi ini terjadi di berbagai tingkatan sekolah, mulai dari SD hingga SMA. Dari hasil penyelidikan, diketahui pelaku sering mengambil uang dengan nominal berkisar Rp 100.000 hingga Rp 150.000. Tak hanya itu, ia juga mengambil makanan ringan seperti snack, es krim, hingga celengan sekolah.

Motifnya belum sepenuhnya jelas, namun barang bukti yang ditemukan menunjukkan bahwa pelaku tidak hanya berfokus pada barang berharga, melainkan juga barang-barang sederhana.

Penangkapan MNA terjadi di kediamannya di Kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo, pada Jumat (4/3/2024). Setelah ditelusuri, pihak kepolisian menyita beberapa barang bukti yang masih ada, termasuk uang dan makanan hasil curian. "Kita menduga aksi ini sudah direncanakan dengan matang, tetapi pada akhirnya ada keteledoran yang membuat dia tertangkap," tambah Leonardo.

Kasus ini menjadi peringatan bagi semua pihak, terutama sekolah, untuk meningkatkan sistem keamanan. Salah satu langkah preventif yang bisa dilakukan adalah pemasangan CCTV di lokasi strategis, seperti yang akhirnya berhasil mengungkap aksi pencurian ini. Selain itu, koordinasi dengan pihak keamanan setempat juga sangat penting untuk mencegah kejadian serupa.

Sebagai masyarakat, kita juga harus waspada terhadap lingkungan sekitar. Bila melihat hal-hal mencurigakan, melaporkannya kepada pihak berwenang dapat membantu mengurangi potensi kejahatan. Selain itu, kasus ini juga membuka diskusi tentang bagaimana memastikan keselamatan fasilitas pendidikan agar tetap menjadi tempat yang aman bagi semua.

Ayo Gabung di Channel WhatsApp Sulawesitoday! Dapatkan update informasi dan berita terbaru di https://bit.ly/WAchanelSulawesitoday

Jangan Ketinggalan Berita Eksklusif Lainnya! Yuk, cek langsung di Google News Sulawesitoday.

 

Tags

Terkini