Sulawesitoday - Lima pemuda asal Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, kini harus menghadapi jeratan hukum setelah melakukan tindakan kekerasan terhadap seorang pria lanjut usia (lansia). Korban, Nurdin (60), menjadi sasaran pengeroyokan hanya karena melarang mereka naik ke panggung untuk menyawer biduan dalam sebuah acara pernikahan.
Menurut Iptu Iwan Rusmana, Kanit Resum Satreskrim Polres Polman, kelima pelaku yang masing-masing berinisial AD (21), RY (18), AR (22), BA (25), dan NA (25), memang dikenal sering membuat keributan. "Mereka sudah kami tetapkan sebagai tersangka. Informasi yang kami peroleh, memang kerap bikin onar," jelasnya, Senin (20/1/2025).
Insiden ini terjadi pada Jumat, 17 Januari 2025, sekitar pukul 13.30 WITA di Desa Lilli, Kecamatan Matangnga. Saat itu, korban tengah melintas dengan sepeda motornya. Kelima pelaku secara spontan mengejar dan memukul korban hingga terluka. "Mereka melakukannya secara spontan setelah melihat korban lewat. Tidak ada rencana sebelumnya," tambah Iwan.
Baca Juga: Banjir Tak Berhenti, Aktivitas SMKN 5 Lutra Lumpuh Total di Lapangan
Motif dari tindakan tersebut cukup sederhana namun tragis. Para pelaku merasa malu dan kesal setelah korban meminta mereka untuk menyawer biduan dari bawah panggung, alih-alih naik ke atas. Bagi mereka, permintaan itu dianggap sebagai bentuk penghinaan.
Kini, kelima tersangka dijerat dengan Pasal 170 ayat 1 KUHP terkait tindak pidana pengeroyokan. Ancaman hukuman maksimal yang dapat mereka terima adalah lima tahun penjara.
"Ini bukan hanya soal emosi sesaat. Ada aspek penting mengenai bagaimana budaya setempat dan ego personal bisa memicu tindak kekerasan yang serius. Kasus seperti ini perlu menjadi perhatian kita bersama," tutur Kapolsek Matangnga, Ipda Wijaya Sultan.
Kejadian ini menyoroti perlunya edukasi sosial tentang pentingnya mengendalikan emosi di ruang publik. Kekerasan, sekecil apa pun alasannya, hanya akan memperburuk situasi dan menciptakan trauma bagi korban.
Sebagai masyarakat, kita perlu meningkatkan kesadaran akan konsekuensi hukum dari tindakan semacam ini. Apalagi, pesta pernikahan seharusnya menjadi momen bahagia yang jauh dari kekerasan. Mari jadikan insiden ini sebagai pelajaran agar hal serupa tidak terulang lagi.
Ayo Gabung di Channel WhatsApp Sulawesitoday! Dapatkan update informasi dan berita terbaru di https://bit.ly/WAchanelSulawesitoday
Jangan Ketinggalan Berita Eksklusif Lainnya! Yuk, cek langsung di Google News Sulawesitoday.