Sulawesitoday - Jalan santai di Minggu pagi biasanya jadi waktu santai keluarga. Tapi, ada yang berbeda di Kota Palu kali ini. Dalam semangat memperingati Hari Bhakti Imigrasi (HBI) Ke-75, ratusan masyarakat Palu bersama jajaran Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Tengah (Kemenkumham Sulteng) memenuhi jalanan dengan penuh antusias.
Acara ini tidak hanya dirancang untuk kebugaran fisik, tetapi juga untuk mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat.
Kepala Kanwil Kemenkum Sulteng, Rakhmat Renaldy, menegaskan pentingnya pendekatan ini.
“Melalui semarak HBI ini menunjukkan bahwa pelayanan keimigrasian tidak hanya mencakup tugas administratif, tetapi juga mempererat hubungan dengan masyarakat melalui kegiatan yang melibatkan partisipasi publik,” ujarnya.
Sebuah pernyataan yang menggambarkan bagaimana instansi pemerintah semakin mencoba menjembatani formalitas birokrasi dengan kebutuhan sosial masyarakat.
Baca Juga: Kemenkum Sulteng dan BPKP Perkuat Transparansi, Pastikan Dana Negara Tepat Sasaran
Lebih dari Sekadar Jalan Santai
Kegiatan HBI ke-75 kali ini bukan hanya jalan santai semata. Sebelumnya, Kanwil Kemenkumham Sulteng telah melaksanakan berbagai program kemasyarakatan.
Misalnya, layanan keimigrasian di hari libur, yang membantu masyarakat mengurus dokumen tanpa harus mengorbankan waktu kerja mereka. Ada pula program makan sehat dan bergizi di sejumlah sekolah, sebuah langkah kecil yang memiliki dampak besar bagi generasi muda.
Tak ketinggalan, aksi donor darah yang bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) menjadi salah satu sorotan. Melalui program ini, kebutuhan darah di rumah sakit setempat dapat terpenuhi, menunjukkan bahwa semangat HBI benar-benar menyentuh berbagai lapisan kebutuhan masyarakat.
Sinergi dan Kepercayaan Publik
Kegiatan ini juga menjadi ajang untuk memperlihatkan sinergi antarinstansi di bawah Kementerian Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan.
“Kami berkomitmen untuk terus mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi keimigrasian, khususnya dalam memastikan kepastian hukum di tengah masyarakat,” ujar Rakhmat Renaldy. Dengan pendekatan seperti ini, kepercayaan publik terhadap instansi pemerintah semakin diperkuat.
Acara ini ditutup dengan pembagian doorprize menarik, mulai dari peralatan rumah tangga hingga gadget terkini. Hiburan rakyat juga menambah kemeriahan.
Artikel Terkait
Mediasi Berhasil, Kasus Guru Aniaya Siswi di Parepare Diselesaikan secara Kekeluargaan
Geger! Remaja Toraja Ditemukan Meregang Nyawa di Bahodopi, Penyebabnya Masih Misteri
Kemenkum Sulteng dan BPKP Perkuat Transparansi, Pastikan Dana Negara Tepat Sasaran
Warga Tada Utara Segel Kantor Desa, Tuntutan Mundur untuk Kepala Desa Kontroversial
Ini Nama-nama Petugas Haji Sulteng Kuota 2025