Sulawesitoday - Makassar dikejutkan oleh kabar duka pada Senin pagi (27/1/2025). Seorang sekuriti berinisial AR (29) ditemukan tak bernyawa di pos penjagaannya, Jalan Kima, Makassar, Sulawesi Selatan. Penemuan jasadnya memunculkan teka-teki yang hingga kini belum terjawab.
AR ditemukan pertama kali oleh dua pegawai, JU dan MA, yang hendak memulai hari kerja di gudang PT Prima Indo Papua. Pukul 07.30 Wita, mereka terkejut mendapati AR tak lagi bergerak di pos tempat ia bertugas semalaman. “Ditemukan tadi pagi sekitar jam 07.30 Wita, yang lihat pertama pegawai di sini,” ujar rekan kerja AR, Muhammad Ali.
Sosok AR dikenal sebagai pekerja yang jarang mengeluh. Namun, satu kebiasaan mencolok dari dirinya adalah konsumsi minuman keras. “Dia memang yang jaga tadi malam. Kalau sakit tidak pernah mengeluh selama ini. Kebiasaan minum (minuman keras),” tambah Ali.
Keheningan di lokasi kejadian segera berubah menjadi aktivitas penyelidikan saat polisi tiba untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Setelah itu, jasad AR dibawa ke RS Bhayangkara Makassar untuk pemeriksaan lebih lanjut. Hingga kini, pihak kepolisian belum memberikan pernyataan resmi terkait penyebab kematiannya.
Tragedi ini menjadi pengingat akan kerasnya kehidupan seorang penjaga keamanan, yang sering kali bekerja di tengah malam tanpa banyak perhatian. “Kita semua kaget. AR itu orangnya baik, meskipun memang ada kebiasaannya itu,” ucap salah satu rekan korban.
Baca Juga: Tragis, Remaja Makassar Tewas Tersengat Listrik di Tengah Banjir Sorong
Sebagai seorang sekuriti, AR bertugas menjaga gudang yang terletak di kawasan industri. Lingkungan yang sepi dan gelap di malam hari menjadi teman setianya selama bertugas. Meski tugas ini terlihat sederhana, tanggung jawab yang diemban tidaklah kecil. Mereka adalah garis depan yang melindungi aset perusahaan dari ancaman.
Namun, hidup AR kini menjadi misteri. Apa yang terjadi pada malam terakhirnya? Apakah ini terkait kesehatannya, kebiasaannya, atau ada faktor lain yang belum terungkap? Semua pertanyaan ini kini berada di tangan polisi yang menyelidiki kasus tersebut.
Kasus ini juga menggarisbawahi pentingnya menjaga kesehatan dan keselamatan para pekerja malam. Pekerjaan yang menuntut kewaspadaan tinggi sering kali membawa risiko, baik fisik maupun mental. Duka AR adalah pengingat bahwa di balik setiap pos penjagaan, ada manusia yang menjalankan tugasnya dengan penuh dedikasi.
Sementara itu, masyarakat di sekitar lokasi kejadian berharap agar penyelidikan segera menemukan titik terang. Mereka ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi pada AR, yang selama ini dikenal ramah dan bertanggung jawab.
Kabar tentang AR bukan hanya kisah seorang sekuriti yang meninggal di posnya. Ini adalah cerita tentang perjuangan dan risiko pekerjaan yang sering kali tidak disadari oleh banyak orang. Semoga ada pelajaran yang bisa diambil dari kejadian ini, dan semoga AR mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya.