Sulaweitoday - Hari Bhakti Imigrasi ke-75 menjadi momen penting untuk merefleksikan perjalanan panjang Direktorat Jenderal Imigrasi Indonesia. Tepat 26 Januari 1950, lembaga ini resmi dibentuk, mengambil alih pengelolaan keimigrasian dari pemerintah kolonial. Momentum tersebut tidak hanya menandai awal penguatan sistem keimigrasian nasional, tetapi juga komitmen untuk menjaga kedaulatan negara.
Peringatan tahun ini, khususnya di Sulawesi Tengah, berlangsung sederhana namun penuh makna. Kepala Kanwil Imigrasi Sulawesi Tengah, Arief Hazairin Satoto, menjelaskan bahwa acara ini dirancang untuk menyoroti perjalanan sejarah sambil memperkenalkan inovasi pelayanan terbaru. “Ini bukan hanya perayaan. Ini adalah langkah maju untuk memastikan layanan yang lebih baik di masa depan,” ungkapnya.
Salah satu program unggulan yang menarik perhatian adalah Pelayanan Paspor Simpatik. Masyarakat diberikan kemudahan mengurus paspor di luar jam kerja. Langkah ini dinilai sebagai upaya nyata menghadirkan pelayanan yang lebih responsif terhadap kebutuhan publik.
Baca Juga: Komitmen Bersama, Ketua ORI Sulteng Apresiasi Pembangunan Zona Integritas di Kemenkum Sulteng
Tidak hanya itu, kegiatan sosial seperti kunjungan ke panti asuhan dan upacara tabur bunga menjadi bagian dari refleksi empati jajaran imigrasi. Kepedulian sosial menjadi pesan kuat yang ingin disampaikan, bahwa peran mereka bukan sekadar administratif tetapi juga humanis.
Di tengah refleksi ini, digitalisasi menjadi fokus utama. Kanwil Ditjen Imigrasi Sulteng menegaskan bahwa transformasi layanan berbasis teknologi adalah prioritas. "Kami ingin layanan menjadi lebih cepat, transparan, dan adaptif terhadap tantangan global," jelas Arief Hazairin Satoto. Transformasi ini mencakup sistem online untuk mempermudah pengurusan dokumen, mengurangi antrean, dan meningkatkan transparansi proses.
Kakanwil Kemenkum Sulteng, Rakhmat Renaldy, turut menyampaikan harapan besar terhadap imigrasi. Dengan semangat melayani dan mengabdi, ia percaya inovasi akan menjadikan lembaga ini semakin relevan. "Kita berdoa agar Imigrasi Indonesia terus maju dan memberikan kepuasan layanan yang nyata bagi masyarakat," ujarnya penuh optimisme.
Tidak dapat disangkal, peran imigrasi menjadi lebih penting di tengah meningkatnya mobilitas global. Penegakan hukum keimigrasian yang berkualitas adalah salah satu cara menjaga kedaulatan negara. Dari regulasi hingga sosialisasi, semuanya dirancang untuk menciptakan sinergitas dan efisiensi.
Artikel Terkait
Petugas Rutan Poso Gagalkan Dua Kali Penyelundupan Narkoba dalam Sehari
Rusak Parah! Aspal Jalan Trans Sulawesi di Mamuju Tengah Jadi Sorotan, Kontraktor Salahkan Alam
Jembatan Penghubung Desa Siwi dan Minanga Timur Mamasa Putus Akibat Banjir
Komitmen Bersama, Ketua ORI Sulteng Apresiasi Pembangunan Zona Integritas di Kemenkum Sulteng
Kolaborasi, Inovasi, dan Bisnis: BRI Journalism 360 di Medan Kian Menginspirasi