• Selasa, 21 Juli 2026

Rusak Parah! Aspal Jalan Trans Sulawesi di Mamuju Tengah Jadi Sorotan, Kontraktor Salahkan Alam

.
Amirullah, Sulawesi Today
- Minggu, 26 Januari 2025 | 15:14 WIB
Jalan Trans Sulawesi amblas di Mamuju Tengah akibat hujan deras. Proyek Rp214,8 miliar ini dalam masa pemeliharaan, upaya perbaikan segera dilakukan.
Jalan Trans Sulawesi amblas di Mamuju Tengah akibat hujan deras. Proyek Rp214,8 miliar ini dalam masa pemeliharaan, upaya perbaikan segera dilakukan.

Sulawesitoday - Kerusakan jalan utama bukan hanya sekadar hambatan fisik, tapi juga ancaman bagi mobilitas masyarakat. Kali ini, Jalan Trans Sulawesi di kilometer lima Desa Babana, Kecamatan Budong-budong, Kabupaten Mamuju Tengah, kembali diuji oleh alam.

Insiden ini terjadi pada Sabtu, 25 Januari 2025. Jalan tersebut amblas di tengah musim hujan dengan curah yang sangat tinggi. Menurut Kepala Pelaksana Proyek PT Bumi Karsa (BK), H Rahman, cuaca ekstrem menjadi penyebab utama.

"Kerusakan terjadi karena faktor alam, mengingat saat ini musim hujan dengan intensitas tinggi," ujar Rahman saat dikonfirmasi pada Minggu, 26 Januari 2025.

Lokasi Rawan Longsor dan Risiko yang Tak Bisa Dihindari

Kawasan tersebut dikenal memiliki sejarah kerawanan longsor, terutama ketika hujan deras melanda. Informasi dari masyarakat setempat juga menguatkan hal itu. "Daerah tersebut memang rawan longsor, terutama saat musim hujan tiba," tambah Rahman.

Namun, peristiwa ini menimbulkan pertanyaan tentang daya tahan proyek. Jalan yang menelan anggaran sebesar Rp214,8 miliar seharusnya mampu mengantisipasi tantangan alam semacam ini. Apakah ada potensi perbaikan perencanaan di masa depan?

Baca Juga: Petugas Rutan Poso Gagalkan Dua Kali Penyelundupan Narkoba dalam Sehari

Upaya Perbaikan yang Sedang Berjalan

Sebagai langkah tanggap, PT Bumi Karsa sudah memobilisasi alat berat seperti excavator dan vibro roller. Proyek ini masih dalam masa pemeliharaan, sehingga tanggung jawab perbaikan langsung berada pada pelaksana proyek. “Mobilisasi alat sudah dilakukan, termasuk excavator dan vibro roller, untuk segera menangani kerusakan,” ungkap Rahman.

Bagi masyarakat yang bergantung pada jalan ini, kabar tersebut tentu melegakan. Namun, tetap ada kekhawatiran tentang durasi perbaikan. Apalagi, kondisi cuaca yang masih tak menentu bisa memperpanjang proses tersebut.

Belajar dari Kejadian Ini

Kejadian ini mengingatkan pentingnya memahami karakteristik geografis sebelum memulai proyek besar. Faktor alam memang tak bisa dihindari, tetapi mitigasi risiko bisa direncanakan lebih matang. Langkah preventif seperti analisis potensi longsor atau desain drainase yang lebih baik dapat menjadi solusi jangka panjang.

Ayo Gabung di Channel WhatsApp Sulawesitoday! Dapatkan update informasi dan berita terbaru di https://bit.ly/WAchanelSulawesitoday

Jangan Ketinggalan Berita Eksklusif Lainnya! Berita Eksklusif Lainnya! Yuk, cek langsung di Google News Sulawesitoday.

Editor: Amirullah

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Artikel Terkait

Terkini