Sulawesitoday - Gorontalo kembali dibuat heboh! Beredar foto di media sosial yang memperlihatkan kantor polisi dalam keadaan rusak parah.
Narasi yang menyertai foto itu menyebutkan bahwa Polsek Popayato Barat dihancurkan oleh pekerja tambang ilegal yang mengamuk.
Benarkah demikian? Ternyata tidak!
"Kami pastikan informasi itu hoaks. Polsek Popayato Barat dalam kondisi aman dan tidak ada kerusakan seperti yang diberitakan," tegas Kabid Humas Polda Gorontalo, Kombes Desmont Harjendro, Rabu (29/1/2029).
Desmont menambahkan bahwa setelah dilakukan pengecekan, foto yang beredar bukan berasal dari Polsek Popayato Barat, melainkan dari Polsek Kumpeh di Jambi.
Sayangnya, foto tersebut telah terlanjur menyebar luas dan memicu keresahan di masyarakat.
Lantas, ada apa sebenarnya di Polsek Popayato Barat? Menurut Desmont, memang benar ada sekelompok warga yang mendatangi kantor polisi pada Senin (26/1) malam.
Baca Juga: Guncangan Mendadak di Kolaka Timur: Gempa Magnitudo 4,3 Buat Warga Terkejut
Mereka ingin menemui Kapolsek untuk membahas isu tambang ilegal yang ramai diperbincangkan di media sosial.
Namun, situasi tetap terkendali.
"Beberapa di antara mereka dalam pengaruh alkohol. Karena itu, anggota kami menyerahkan mereka ke Polres Pohuwato untuk pemeriksaan lebih lanjut," imbuhnya.
Masyarakat diimbau agar lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi.
"Jangan mudah termakan hoaks! Pastikan dulu kebenarannya sebelum ikut-ikutan menyebar," pesan Desmont.
Situasi di Polsek Popayato Barat saat ini kondusif. Tak ada amukan massa, tak ada perusakan.