• Kamis, 4 Juni 2026

Misi ke Bulan 2024: Penjelajahan antariksa meningkat pesat

.
Dwi Rahayu Putri, Sulawesi Today
- Sabtu, 30 Desember 2023 | 14:40 WIB
Ilustrasi pendarat SLIM Jepang yang mencoba mendarat di bulan, sebuah pencapaian yang dijadwalkan pada 19 Januari 2024. Foto: tangkap layar ISAS/JAXA
Ilustrasi pendarat SLIM Jepang yang mencoba mendarat di bulan, sebuah pencapaian yang dijadwalkan pada 19 Januari 2024. Foto: tangkap layar ISAS/JAXA

Sulawesitoday - Tahun 2024 diprediksi menjadi tahun penuh gairah bagi eksplorasi luar angkasa dengan serangkaian misi ke Bulan yang memukau.

Dari Jepang hingga Amerika, berikut adalah rangkuman beberapa misi yang akan menandai tonggak bersejarah dalam penjelajahan ruang angkasa.

  1. Misi JAXA: SLIM Menuju Pendaratan Presisi


Badan Eksplorasi Antariksa Jepang (JAXA) telah meluncurkan misi Smart Lander for Investigating Moon (SLIM) pada 6 September 2023. SLIM dijadwalkan mendarat di dalam kawah Shioli pada 19 Januari 2024, dengan tujuan mencapai pendaratan presisi kurang dari 100 meter dari target.

Keberhasilan misi ini akan menandai langkah besar Jepang, menjadikannya negara kelima yang berhasil mendarat di Bulan.

  1. Astrobotic Technology: Peregrine dan 20 Muatan Penting


Perusahaan Astrobotic Technology menargetkan Bulan pada 8 Januari dengan pendarat Peregrine.

Misi ini membawa 20 muatan komersial dan pemerintah, termasuk rover bulan dari ilmuwan Universitas Carnegie Mellon dan serangkaian rover dari Badan Antariksa Meksiko, menandai upaya kolaboratif dalam eksplorasi luar angkasa.

  1. IM-1 Intuitive Machines: Dukungan untuk Program Artemis NASA


Misi lunar IM-1 Intuitive Machines, diluncurkan pertengahan Februari, bertujuan mendarat di sekitar kutub selatan Bulan.

Melalui kemitraan dengan SpaceX, misi ini mendukung inisiatif Layanan Muatan Lunar Komersial NASA (CLPS) dan rencana untuk menciptakan kehadiran manusia yang berkelanjutan di Bulan.

  1. China: Misi Chang'e 6 Menuju South Pole-Aitken


China berencana meluncurkan Misi Chang'e 6 pada 2024, misi pengambilan sampel kedua mereka. Lander akan mengumpulkan materi dari cekungan South Pole-Aitken di sisi jauh Bulan, mengikuti keberhasilan misi Chang'e 5 pada tahun 2020.

  1. Update Misi Artemis: Kembalinya Manusia ke Bulan


NASA menetapkan November 2024 sebagai jadwal peluncuran Misi Artemis 2, membawa empat astronaut mengelilingi Bulan.

Misi delapan hari ini, menggunakan pesawat luar angkasa Orion dan roket Space Launch System (SLS), menjadi langkah pertama manusia di luar orbit rendah Bumi sejak Apollo 17 pada tahun 1972.

Astronaut Artemis 2, termasuk komandan NASA Reid Wiseman, pilot NASA Victor Glover, spesialis misi NASA Christina Koch, dan astronaut Badan Antariksa Kanada Jeremy Hansen, akan menjelajahi sekitar 10.300 kilometer di luar sisi jauh Bulan. Ini menandai pencapaian penting dalam eksplorasi ruang angkasa dan menegaskan keberlanjutan penelitian manusia di Bulan.

Baca juga: Penyebaran “penyakit rusa zombie” di Amerika Serikat memicu kekhawatiran

Editor: Dwi Rahayu Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Terkini