Sulawesitoday - Wakil Bupati Majene Andi Ritamariani Basharoe mengingatkan seluruh aparatur pemerintah setempat agar tidak sekadar menjadikan Pancasila sebagai slogan mati dalam menjalankan roda birokrasi daerah.
“Nilai gotong royong, keadilan sosial, dan persatuan harus menjadi landasan dalam setiap program pembangunan,” kata Andi Ritamariani seusai memimpin Upacara Hari Lahir Pancasila di Lapangan Pendopo Rumah Jabatan Bupati Majene, Senin, 1 Juni 2026.
Upacara yang berlangsung khidmat di bawah langit cerah pagi hari ini dihadiri oleh ratusan peserta dari unsur komando distrik militer, kepolisian resort, perwakilan kejaksaan negeri, pengadilan negeri, pimpinan perguruan tinggi, hingga tokoh masyarakat setempat.
Baca Juga: Alur Air Tambang Longsorkan Dapur Warga, Wali Kota Palu Berang
Para abdi negara yang mengenakan seragam batik Korpri tampak berbaris rapi mendengarkan amanat tertulis Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Republik Indonesia yang dibacakan oleh inspektur upacara.
Pesan utama dalam amanat nasional itu menyoroti tantangan zaman yang semakin kompleks seperti ledakan teknologi digital, pergeseran sosial budaya, dan ketidakpastian geopolitik dunia yang sedang terjadi saat ini.
Pemerintah daerah memandang dinamika global yang bergerak cepat memerlukan benteng karakter kebangsaan yang kokoh agar masyarakat tidak kehilangan jati diri mereka sebagai bangsa Indonesia.
Setiap kebijakan yang lahir dari meja birokrasi harus berorientasi penuh pada pemenuhan hak publik serta mampu memberikan manfaat yang nyata bagi seluruh lapisan warga tanpa ada diskriminasi.
Baca Juga: Sisa Bom Perang Dunia Kedua Meledak di Pesisir Biak, Korban Hilang Masih Dicari
“Pancasila harus hadir dalam tindakan nyata,” ujar perempuan bergelar doktor bidang pendidikan ini menegaskan kembali komitmen pemerintah daerah.
Melalui momentum perayaan ini Pemerintah Kabupaten Majene berharap modal sosial berupa semangat nasionalisme dan kebersamaan antarwarga dapat terus dirawat demi mendukung keberlanjutan pembangunan daerah yang harmonis.
Artikel Terkait
Banjir Betalemba Poso Putus Jalan Poros Napu Akibat Tanggul Sungai Rusak
Dua Kelompok Warga Bentrok di Mariso Tanjung Bunga Dua Orang Terluka
Korban Rugi Miliaran, Pemilik WO Marwah Malah Sesumbar Bisa Bangun Bisnis Baru Jika Bebas
Sisa Bom Perang Dunia Kedua Meledak di Pesisir Biak, Korban Hilang Masih Dicari
Alur Air Tambang Longsorkan Dapur Warga, Wali Kota Palu Berang