View this post on Instagram
Sulawesitoday - Ratusan warga di Kabupaten Majene mendadak punya utang miliaran rupiah di salah satu bank milik negara tanpa pernah menikmati uangnya.
"Penyidik menemukan indikasi kuat adanya rekayasa dokumen persyaratan kredit yang melibatkan ratusan rekening masyarakat," kata Kepala Kejaksaan Negeri Majene saat menjelaskan perkembangan kasus di kantornya.
Kejaksaan Negeri Majene mencium aroma lancung ini sejak medio Mei dua ribu dua puluh enam.
Baca Juga: Faisan Lelo Dukung Wadah Petani Durian Premium Parigi Moutong, Sebut Kekuatan Baru Petani
Aparat bergerak cepat menerbitkan surat perintah penyidikan untuk mengusut tuntas kongkalikong yang merugikan keuangan negara.
Jaksa mendeteksi setidaknya seratus delapan puluh tiga rekening kredit macet dengan total plafon mencapai enam koma empat puluh sembilan miliar rupiah.
Modus operandi komplotan ini terbilang rapi karena mereka memalsukan seluruh data usaha dan informasi pendukung agar pengajuan modal tampak meyakinkan.
Setelah dana segar dari bank pelat merah itu cair, uangnya justru mengalir ke kantong para calo.
Masyarakat yang lugu hanya dipinjam namanya untuk dijadikan tameng atau debitur formal di atas kertas.
"Kami sedang menggandeng tim ahli untuk menghitung secara pasti nilai kerugian negara yang kami taksir berada di atas satu miliar rupiah," ujar seorang penyidik yang enggan disebut namanya.
Praktik culas yang berlangsung selama dua tahun sejak dua ribu dua puluh dua ini jelas melanggar aturan perlindungan konsumen dan kebijakan perkreditan bank umum.
Penyidik kini sibuk memeriksa saksi, menyita tumpukan dokumen perkreditan, serta melacak aliran uang haram yang mengalir ke rekening para calo.
Aparat penegak hukum berjanji akan menjerat siapa saja yang menikmati duit haram ini secara transparan dan profesional.
Artikel Terkait
Wabup Majene Ingatkan Aparatur Jangan Cuma Jadikan Pancasila Slogan Pelayanan
Parigi Moutong Bidik Status Proyek Strategis Nasional Lewat Komoditas Unggulan
Badan Gizi Nasional Jajaki Program Makan Gratis di Sekolah Indonesia Jeddah Arab Saudi
Potret Udara Kerusakan Pesisir Teluk Palu Picu Amarah Netizen, Jalur Hijau Kini Berubah Jadi Jalur Debu
Faisan Lelo Dukung Wadah Petani Durian Premium Parigi Moutong, Sebut Kekuatan Baru Petani