• Senin, 20 Juli 2026

Skandal Kredit Fiktif Bank BUMN Majene Rugikan Negara Miliaran Rupiah

.
Muhammad Aqil Azizi, Sulawesi Today
- Selasa, 2 Juni 2026 | 13:43 WIB
Kejaksaan Negeri Majene mengusut korupsi kredit bank BUMN. Modusnya mencatut nama ratusan warga sebagai debitur topengan demi calo.
Kejaksaan Negeri Majene mengusut korupsi kredit bank BUMN. Modusnya mencatut nama ratusan warga sebagai debitur topengan demi calo.

 
 
 
View this post on Instagram

Sulawesitoday - Ratusan warga di Kabupaten Majene mendadak punya utang miliaran rupiah di salah satu bank milik negara tanpa pernah menikmati uangnya.

"Penyidik menemukan indikasi kuat adanya rekayasa dokumen persyaratan kredit yang melibatkan ratusan rekening masyarakat," kata Kepala Kejaksaan Negeri Majene saat menjelaskan perkembangan kasus di kantornya.

Kejaksaan Negeri Majene mencium aroma lancung ini sejak medio Mei dua ribu dua puluh enam.

Baca Juga: Faisan Lelo Dukung Wadah Petani Durian Premium Parigi Moutong, Sebut Kekuatan Baru Petani

Aparat bergerak cepat menerbitkan surat perintah penyidikan untuk mengusut tuntas kongkalikong yang merugikan keuangan negara.

Jaksa mendeteksi setidaknya seratus delapan puluh tiga rekening kredit macet dengan total plafon mencapai enam koma empat puluh sembilan miliar rupiah.

Modus operandi komplotan ini terbilang rapi karena mereka memalsukan seluruh data usaha dan informasi pendukung agar pengajuan modal tampak meyakinkan.

Setelah dana segar dari bank pelat merah itu cair, uangnya justru mengalir ke kantong para calo.

Masyarakat yang lugu hanya dipinjam namanya untuk dijadikan tameng atau debitur formal di atas kertas.

"Kami sedang menggandeng tim ahli untuk menghitung secara pasti nilai kerugian negara yang kami taksir berada di atas satu miliar rupiah," ujar seorang penyidik yang enggan disebut namanya.

Baca Juga: Potret Udara Kerusakan Pesisir Teluk Palu Picu Amarah Netizen, Jalur Hijau Kini Berubah Jadi Jalur Debu

Praktik culas yang berlangsung selama dua tahun sejak dua ribu dua puluh dua ini jelas melanggar aturan perlindungan konsumen dan kebijakan perkreditan bank umum.

Penyidik kini sibuk memeriksa saksi, menyita tumpukan dokumen perkreditan, serta melacak aliran uang haram yang mengalir ke rekening para calo.

Aparat penegak hukum berjanji akan menjerat siapa saja yang menikmati duit haram ini secara transparan dan profesional.

Editor: Muhammad Aqil Azizi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini