• Kamis, 4 Juni 2026

Devisa Pekerja Migran Jadi Tumpuan, Sulteng Gelar Sosialisasi dan MoU Lindungi Warga dari Jerat Ilegal

.
Muhammad Aqil Azizi, Sulawesi Today
- Rabu, 11 Juni 2025 | 06:49 WIB
MoU pusat-daerah di Sulteng lindungi pekerja migran dari jerat ilegal dan TPPO, sekaligus buka peluang kerja aman. Devisa migran jadi tumpuan.
MoU pusat-daerah di Sulteng lindungi pekerja migran dari jerat ilegal dan TPPO, sekaligus buka peluang kerja aman. Devisa migran jadi tumpuan.

Sulawesitoday - Gedung Gelora Bumi Kaktus, Jalan Yos Sudarso, Selasa (10/6/2025), menjadi saksi penting langkah strategis pemerintah pusat dan daerah merajut asa bagi calon pekerja migran.

Sosialisasi Peluang Kerja dirangkai penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PPMI) Abdul Kadir Karding dengan Gubernur Sulteng, Anwar Hafid, beserta jajaran kepala daerah se-Sulawesi Tengah.

Sebuah ikhtiar meredam laju pekerja ilegal dan memangkas angka kekerasan hingga perdagangan orang (TPPO) yang kerap menjerat anak bangsa di tanah seberang.

Deklarasi ini bukan sekadar tinta di atas kertas. Ini adalah sumpah serapah untuk memperkuat edukasi dan informasi, sekaligus benteng perlindungan bagi mereka yang berani mengadu nasib ke luar negeri.

Faktanya, pekerja migran adalah tulang punggung ekonomi yang sering terlupakan, penyumbang devisa terbesar kedua setelah migas. Namun di sisi lain, kisah pilu kekerasan dan perlakuan tidak adil masih membayangi.

Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menyampaikan terima kasih mendalam kepada Menteri Karding dan seluruh jajarannya.

Menurutnya, kegiatan ini adalah salah satu denyut nadi visi misi pasangan Anwar-Reni yang ingin membuka lebar pintu kesempatan bagi warganya.

"Yang mau kuliah karena alasan tidak punya biaya membayar uang kuliah sudah tidak ada, karena kami pemerintah Provinsi bekerja sama dengan para Bupati, Wali Kota sudah menyediakan beasiswa baik calon mahasiswa dan mahasiswa yang sudah mendaftar melalui Berani Cerdas," beber Gubernur, memberikan solusi bagi jalur pendidikan.

Tak hanya itu, bagi tamatan SMA/SMK/SLB yang langsung ingin bekerja, pemerintah menawarkan solusi lain.

"Maka solusinya adalah membuka lapangan kerja yang diawali dengan penyediaan keterampilan melalui pelatihan-pelatihan yang akan disiapkan, salah satunya kegiatan Sosialisasi Peluang Kerja ini," imbuh Anwar.

Angka pengangguran di Sulteng yang masih "tinggi" menjadi cambuk bagi pemerintah untuk terus berbenah. Ia berharap program Kementerian ini dapat mengurangi beban tersebut.

"Insya Allah pemerintah hadir di tengah-tengah para keluarga migran Indonesia saya juga berharap para Kepala Desa, para Bupati untuk terus mensosialisasikan program ini sehingga Insya Allah. Mudah-mudahan Sulteng menjadi salah satu daerah yang bisa membuka lapangan kerja bagi masyarakat kita," harapnya.

Senada dengan Gubernur, Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, Abdul Kadir Karding, menegaskan komitmen Presiden Republik Indonesia terhadap pekerja migran.

"Harus di akui fakta bahwa pekerja migran Indonesia masih ada yang mengalami kekerasan, perlakuan tidak adil dan sebagainya. Hal tersebut merupakan poin penting menjadi tugas kementerian," ujar Karding, memotret realita pahit yang harus dihadapi.

Halaman:

Editor: Muhammad Aqil Azizi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini