Ia juga mengingatkan bahwa pekerja migran adalah "satu solusi bagi pengurangan kemiskinan di desa, di daerah, bahkan di Indonesia. Juga satu solusi terhadap penguatan ekonomi daerah."
Inilah alasan utama mengapa Kementerian ini lahir, didirikan oleh Prabowo Subianto, guna mengurus nasib para pahlawan devisa ini.
Di lokasi yang sama, Wakil Bupati Parigi Moutong, Abdul Sahid, menyambut baik inisiatif ini. Ia menyatakan kesiapan pemerintah daerah untuk mendukung penuh program perlindungan pekerja migran di wilayahnya.
Baca Juga: 1200 Hektare Mangrove Lenyap, Ini Seruan FKPAPT untuk Parigi Moutong yang Terluka
“Kami berkomitmen memastikan setiap warga yang berminat bekerja ke luar negeri memiliki informasi yang benar, akses pelatihan, dan perlindungan hukum yang memadai,” tegas Sahid.
Penandatanganan MoU ini diharapkan menjadi pijakan awal penguatan kebijakan ketenagakerjaan lintas wilayah, serta membuka lebih banyak peluang kerja yang aman dan produktif bagi masyarakat Sulawesi Tengah, khususnya di Parigi Moutong.
Artikel Terkait
Bau Amis Janji BRNR di Berbagai Daerah, Relawan MBG Terjebak Pungutan dan Upah Fiktif
Kasus Chromebook: Nadiem Bersikeras Sukses, Kejagung Lanjut Penyelidikan Dugaan Markup Triliunan Rupiah
4 Izin Tambang Nikel Dicabut, Prabowo Selamatkan Raja Ampat dari Jurang Eksploitasi
Perjuangan Tipo Berbuah Manis, Gubernur Anwar Hafid Tutup Permanen Dua Tambang Perusak Lingkungan
1200 Hektare Mangrove Lenyap, Ini Seruan FKPAPT untuk Parigi Moutong yang Terluka