• Kamis, 4 Juni 2026

Dari Kasimbar, Bupati Erwin Tegaskan MTQ ke-17 Etalase Syiar Islam dan Budaya - Dorong Pembangunan Berbasis Desa

.
Dwi Rahayu Putri, Sulawesi Today
- Rabu, 23 Juli 2025 | 13:15 WIB
Bupati Erwin buka MTQ ke-17 di Kasimbar: syiar Islam bersanding budaya lokal. Komitmen membangun dari desa jadi prioritas demi Parigi Moutong.
Bupati Erwin buka MTQ ke-17 di Kasimbar: syiar Islam bersanding budaya lokal. Komitmen membangun dari desa jadi prioritas demi Parigi Moutong.

Sulawesitoday - Kentalnya nafas keislaman dan hangatnya pelukan budaya lokal berpadu di gelaran Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-17 Kecamatan Kasimbar. Acara yang dibuka langsung oleh Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase, S.Kom, di Lapangan Sepak Bola Desa Donggulu Selatan, Selasa (22/7), ini bukan cuma ajang cari qori dan qoriah terbaik. Lebih dari itu, ia jadi etalase syiar Islam sekaligus cerminan komitmen pemda membanguun dari desa.

Sejak beduk dibunyikan oleh Bupati Erwin, ditemani Camat Kasimbar, unsur Forkopimcam, tokoh masyarakat, serta ribuan warga yang tumplek blek, suasana jadi hidup. Tercatat, 18 desa ikut meramaikan, dengan delapan cabang lomba keislaman yang diperlombakan. Namun, bukan cuma soal lantunan ayat suci, MTQ kali ini juga menyuguhkan panggung bagi kekayaan kuliner lokal.

Tengok saja, 18 stand kuliner berjajar, menjajakan rupa-rupa cita rasa dan identitas khas desa di Kecamatan Kasimbar. Ini bukan hanya soal makan, tapi juga penyuluhan budaya yang renyah dan mengenyangkan.

Bupati Erwin dalam sambutannya tak lupa menyampaiakan apresiasi setinggi-tingginya. Kata dia, kerja keras panitia, pemdes, dan masyarakat lah yang menyukseskan MTQ ke-17 ini. Baginya, MTQ ini "memperlihatkan wajah Islam yang damai, inklusif, dan berakar dari nilai-nilai budaya."

Ia juga menambahkan, "Semangat gotong royong yang ditunjukkan warga Kasimbar adalah contoh bagi seluruh daerah agar tidak melupakan identitas kultural dalam setiap pembangunan." Sebuah pesan yang menohok, di tengah riuhnya pembangunan yang kadang lupa akar.

Tak berhenti di situ, Bupati Erwin kembali menegaskan bahwa program daerah mesti terus berpijak pada semangat “Membangun dari Desa”. Ini, disebutnya, strategi utama untuk pemerataan pembangunan di seluruh Parigi Moutong.

"Saya harap seluruh masyarakat dan aparatur mendukung sepenuhnya program daerah. Kita dorong percepatan pembangunan, penguatan ekonomi lokal, dan peningkatan pelayanan publik dalam 100 hari kerja ke depan,” tegasnya, memberi sinyal lampu hijau untuk akselerasi.

Meski diterpa keterbatasan fiskal, Pemda Parigi Moutong tak tinggal diam. Langkah strategis seperti efisiensi anggaran, koordinasi lintas sektor, hingga penguatan sinergi dengan Pemprov dan Pemerintah Pusat terus digenjot.

Bupati bahkan mengaku aktif blusukan ke tingkat nasional, termasuk 'ngobrol' dengan kementerian teknis dan bahkan ke Badan Anggaran DPR RI. Semua demi memperjuangkan kue anggaran strategis yang bisa menjangkau Parigi Moutong.

"Saya memahami betul bahwa setelah dilantik, masyarakat sangat merindukan kehadiran pemimpinnya. Hal ini bagi saya adalah bentuk cinta dan kepercayaan rakyat yang sangat saya syukuri.

Namun, kesibukan dan padatnya agenda koordinasih di pusat bukanlah bentuk abai, melainkan bagian dari keseriusan kami agar daerah ini bisa mendapat perhatian khusus dari Pemerintah Pusat,” ungkap Bupati dengan nada optimistis.

Menurutnya, letak geografis Parigi Moutong yang strategis – sebagai daerah pesisir, lintas kabupaten, dan pintu gerbang kawasan timur Sulawesi Tengah – adalah modal berharga. Modal ini bisa jadi daya tarik untuk investasi dan program nasional. Pemda pun terus mendorong agar potensi seperti pariwisata halal, pertanian organik, dan ekonomi maritim, menjadi daya tawar dalam lobi pembangunan nasional.

"Kami tidak hanya menunggu. Kami menawarkan potensi, membangun konsep, dan melakukan pendekatan aktif agar Parigi Moutong tidak tertinggal dalam peta pembangunan nasional,” jelasnya lugas.

Jadi, MTQ ke-17 di Kasimbar ini bukan sekadar panggung mengaji. Ia adalah cermin kedewasaan sosial, spiritual, dan budaya masyarakat desa, sekaligus sejalan dengan transformasi pembangunan "dari desa" yang sedang dirajut di Parigi Moutong.

Halaman:

Editor: Dwi Rahayu Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini