Sulawesitoday - Apakah dugaan persekongkolan tender di Parigi Moutong berlanjut di tahun 2025? Ya, indikasinya kuat, apalagi setelah Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (BPBJ) Kabupaten Parigi Moutong kembali menjadi sorotan, lantaran tiga paket pekerjaan kontruksi di tahun ini diduga kuat sarat persekongkolan tender.
Kisah lama yang tak jera-jera, rupanya kembali terulang. BPBJ Kabupaten Parigi Moutong, yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam pengadaan barang dan jasa yang bersih, justru terkesan 'bebal'. Bagaimana tidak, meski sudah dua tahun beruntun menuai sorotan dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK lantaran dinilai tak profesional, aroma persekongkolan tender masih saja mencuat di tahun 2025.
Padahal, dalam ulasan LHP BPK di tahun 2023 dan 2024, disinyalir kuat adanya pembocoran nilai Harga Perkiraan Sendiri (HPS) dan dugaan para rekanan yang mengajukan penawaran berasal dari tempat yang sama. Seolah tak menggubris teguran, fenomena janggal kembali terhidang di laman Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) Kabupaten Parigi Moutong. Beberapa paket tender dimenangkan dengan 'buangan' harga yang sangat tipis, bahkan ada yang di bawah 3 persen. Bayangkan, paket puluhan miliar bisa dimenangkan hanya dengan buangan 1,57 persen, seakan cuma sekadar formalitas belaka.
Berikut adalah tiga paket pekerjaan kontruksi yang menjadi sorotan tajam di Parigi Moutong, berdasarkan data SPSE:
- Rehabilitasi Gedung Radiologi RSUD Anuntaloko
- Pagu: Rp. 918.720.000,00
- HPS: Rp. 918.720.000,00
- Pemenang: CV Bambalemo Sulteng
- Penawaran: Rp. 903.321.000,00
- Buangan: -1,68 %
- Pembangunan Gedung Puskesmas Torue
- Pagu: Rp. 7.800.000.000,00
- HPS: Rp. 7.799.973.603,10
- Pemenang: CV jelajah Sulteng
- Penawaran: Rp. 7.619.518.000
- Buangan: -2,31 %
- Pembangunan Gedung Labkesmas
- Pagu: Rp. 13.410.006.900,00
- HPS: Rp. 13.410.006.430,92
- Pemenang: CV Kalukubula Sulteng
- Penawaran: Rp. 13.200.000.722
- Buangan: -1,57 %
Fokus pemeriksaan BPK terhadap proses lelang di BPBJ, nampaknya belum mempan memberikan efek jera. Atau jangan-jangan, pembenahan yang diharapkan justru tak kunjung terwujud. Indikasi kuat persekongkolan tender ini, seolah menjadi cerita bersambung yang tak ada habisnya di Parigi Moutong.
Artikel Terkait
Bupati Parimo Minta Pengawasan Ketat Penyaluran Bantuan Pangan, Ada Apa Gerangan?
Rp105 Juta untuk Ahli Waris, Bupati Parimo Tegaskan Komitmen Perlindungan Sosial Pasca-Longsor Tirtanagaya
Si Jago Merah Mengamuk di Pasar Manonda Palu, Titik Terang Penyebab Kebakaran Masih Gelap
Mirip Trump, Amnesty Soroti Pola Prabowo Sasar Masyarakat Sipil dengan Tuduhan Koruptor
Pengedar Sabu Asal Ampibabo Diamankan Saat Operasi Senyap, Barang Bukti 4,5 Gram Disita