• Selasa, 21 Juli 2026

Demi Ketahanan Pangan, Parigi Moutong Buka Seribu Ha Sawah Baru di Tinombo Selatan dan Toribulu - Anggaran Rp365 M Lebih

.
Dwi Rahayu Putri, Sulawesi Today
- Rabu, 23 Juli 2025 | 15:43 WIB
Parigi Moutong siapkan 1.000 hektare lahan cetak sawah 2025 di Tinombo Selatan dan Toribulu. Langkah strategis perkuat ketahanan pangan daerah & nasional.
Parigi Moutong siapkan 1.000 hektare lahan cetak sawah 2025 di Tinombo Selatan dan Toribulu. Langkah strategis perkuat ketahanan pangan daerah & nasional.

Sulawesitoday - Apakah langkah penting yang diambil Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong untuk menjamin ketersediaan pangan di masa depan?

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Parigi Moutong, sebuah daerah di Sulawesi Tengah, tak main-main dalam urusan perut rakyat. Mereka telah menyiapkan lahan seluas 1.000 hektare untuk program cetak sawah di tahun 2025. Sebuah gebrakan yang diharapkan mampu menjadi tulang punggung ketahanan pangan, baik di tingkat lokal maupun nasional.

Lahan-lahan strategis itu, terang Bupati Parigi Moutong Erwin Burase, tersebar di dua kecamatan: Tinombo Selatan dan Toribulu. "Lahan sudah siap. 1.000 hektare lokasi yang ada tersebar di Kecamatan Tinombo Selatan dan Toribulu," ujar Erwin di Parigi, Selasa lalu, seolah mengusir keraguan.

Pemilihan lokasi tak sembarangan. Erwin menjelaskan, setiap jengkal lahan yang disiapkan telah melalui pertimbangan matang, terutama soal akses irigasi yang jadi urat nadi pertanian. Kondisi ini, kata dia, bahkan sudah dibahas secara teknis, lengkap dengan kesiapan para petani untuk mengelola hamparan sawah baru yang akan terhampar. Ibarat orkestra, setiap instrumen sudah diatur agar lagu swasembada pangan bisa menggema.

Lebih rinci, Tinombo Selatan akan menjadi lumbung baru dengan 750 hektare lahan cetak sawah, sementara Toribulu kebagian 250 hektare. Kesepakatan teknis dengan Pemerintah Provinsi Sulteng pun sudah dikantongi, menandakan program ini serius bukan sekadar wacana di meja kopi.

Mengapa Tinombo Selatan dipilih menjadi magnet bagi program ini? "Tinombo Selatan masuk dalam kawasan pangan, sehingga wilayah ini dipilih untuk program cetak sawah. Oleh karena itu, tidak boleh ada aktivitas yang dapat berpotensi mengganggu pertanian," tegas Erwin. Sebuah pesan tegas agar tak ada kerikil yang mengganjal laju roda pertanian.

Program cetak sawah ini, menurut Erwin, bukan sekadar membuka lahan. Ia adalah jembatan menuju peningkatan produksi pertanian, khususnya padi. "Dibutuhkan kolaborasi pemerintah daerah dan petani menyukseskan program ini untuk memperkuat swasembada pangan," kata dia, menyiratkan bahwa kerja sama adalah kunci utama.

Soal dana, tak perlu risau. Anggaran cetak sawah, tutur Erwin, melekat di Pemprov Sulteng, yang tak lain merupakan gelontoran dari Kementerian Pertanian (Kementan). "Anggaran sudah siap, maka kami secepatnya mengambil langkah-langkah konkret untuk merealisasikan program ini," kata Erwin, seolah memberikan lampu hijau bagi dimulainya pekerjaan besar.

Sebelumnya, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Sulteng Nelson Metubun sempat membocorkan bahwa total anggaran cetak sawah dari Kementan untuk Sulteng mencapai Rp365 miliar lebih. Angka yang cukup fantastis untuk memperkuat pondasi pangan daerah.

Secara keseluruhan, Sulteng menargetkan penambahan areal cetak sawah baru hingga 10.180 hektare. Saat ini, survei lapangan masih terus berjalan di beberapa daerah yang mengusulkan, seperti Donggala, Tojo Una-una, Tolitoli, Buol, Poso, Sigi, Banggai, dan tentu saja, Parigi Moutong.

Nelson memaparkan, ketambahan luas areal sawah ini diprediksi dapat memicu potensi peningkatan produksi padi kurang lebih 45.810 ton Gabah Kering Giling (GKG) atau setara 29.779 ton lebih beras. Sebuah angka yang bukan saja membasuh dahaga petani, namun juga memperkokoh sendi-sendi kedaulatan pangan negeri ini. Inilah langkah nyata, dari tanah Parigi Moutong, untuk Indonesia.

Baca Juga: Babak Baru Korupsi RPTKA, KPK Sita Harley Davidson Eks Stafsus Menaker - Aliran Dana Hingga Rp53 Miliar Terkuak

Editor: Dwi Rahayu Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini