• Selasa, 21 Juli 2026

Mengurai Kemiskinan di Parigi Moutong Lewat Gerbang Desa usai Audiensi di Kemensos

.
Muhammad Aqil Azizi, Sulawesi Today
- Rabu, 30 Juli 2025 | 19:18 WIB
Parigi Moutong hadapi kemiskinan dengan "Gerbang Desa", inisiatif inovatif yang disambut Kemensos. Harapan baru bagi warga desa
Parigi Moutong hadapi kemiskinan dengan "Gerbang Desa", inisiatif inovatif yang disambut Kemensos. Harapan baru bagi warga desa

Sulawesitoday - Angka itu mencolok. Begitu gamblang. Parigi Moutong masih terbelenggu. Kemiskinan mencapai 14,2 persen pada 2024. Jauh di atas rata-rata nasional. Sebuah jerat yang kian erat. Bupati Parigi Moutong, H. Erwin Burase, tak tinggal diam.

Ia 'jemput bola' ke Kementerian Sosial (Kemensos) RI. Membawa serta Program Gerbang Desa. Ini bukan sekadar nama. Ini tekad. Mengurai benang kusut kemiskinan.

  • Mengurai Akar Masalah Kemiskinan

Parigi Moutong menghadapi tantangan bertubi. Kemiskinan bukan datang sendiri. Ada banyak faktor pemicu. Infrastruktur desa masih tertinggal. Terutama di wilayah pelosok. Akses sulit. Pembangunan pun terhambat. Data juga menunjukkan. Rata-rata lama sekolah penduduk masih rendah. Ini berdampak serius. Kualitas sumber daya manusia menurun. Peluang kerja jadi terbatas. Akibatnya, pengangguran juga disinyalir menjadi pemicu kemiskinan.

Masalah kian rumit. Komunitas Adat Terpencil (KAT) masih sulit dijangkau. Mereka minim layanan dasar. Kesehatan. Pendidikan. Semua serba terbatas. Di sisi lain, Parigi Moutong adalah daerah rawan bencana. Gempa. Banjir. Bencana kerap menghantam. Ini memperparah situasi. Distribusi bantuan terhambat. Masyarakat sulit bangkit. Bahkan, pola pengeluaran pun memengaruhi. Rokok, misalnya. Di Sulawesi Tengah, rokok menjadi penyumbang kedua kemiskinan. Ini cerminan. Prioritas pengeluaran. Kerap jauh dari kebutuhan produktif.

Penanganan konvensioanl tak lagi relevan. Pemerintah Daerah menilai. Pendekatan integratif harus dilakukan. Dimulai dari akar. Dari desa.

Bupati Erwin tak sendirian. Sekda Zulfinasran ikut. Plt. Kadis Sosial Try Nugrah Adiyarta juga hadir. Serta unsur DPRD Parigi Moutong. Rombongan disambut hangat. Oleh Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono. Didampingi pejabat terkait. Dari Ditjen Linjamsos. Hingga Pemberdayaan Sosial.

  • "Gerbang Desa": Lima Pilar Lawan Kemiskinan

Program Gerbang Desa adalah jawabannya. Lima usulan prioritas diserahkan. Pertama, perluasan PBI JK. Mencakup 72.475 jiwa. Mereka yang miskin. Kedua, pembangunan Sekolah Rakyat. Lahan 19,5 hektare disiapkan. Untuk anak-anak tak bersekolah. Masa depan mereka harus cerah. Ketiga, Rumah Sejahtera Terpadu. Ini pusat layanan. Juga pemberdayaan warga prasejahtera. Keempat, penguatan Lumbung Sosial. Dua titik rawan bencana menjadi fokus. Kesiapsiagaan harus ditingkatkan. Terakhir, pemberdayaan KAT. Melalui pelatihan. Pembangunan rumah. Serta infrastruktur lokal. Ini harapan baru. Bagi komunitas terpencil.

Wamen Agus Jabo mengapresiasi tinggi. Ini "inovasi lokal berbasis desa," ujarnya. Kemensos akan segera memproses. Validasi data PBI. Tinjauan teknis lahan. Juga penyusunan MoU lintas kementerian. Kemensos juga dorong integrasi data. Melalui SIKS-NG. Ini langkah maju. Untuk efektivitas program.

  • Cetak Biru Pembangunan Sosial Nasional

Jika disetujui, "Gerbang Desa" bukan cuma untuk Parigi Moutong. Program ini berpotensi besar. Jadi cetak biru baru. Model pembangunan sosial. Khususnya di wilayah tertinggal. Pemkab Parigi Moutong siap bersinergi. Dengan Kementerian Desa. Kemendikbudristek. Serta BNPB. Memastikan program berjalan lintas sektor. Ini sinergi kuat. Untuk hasil optimal.

"Kami tidak datang membawa proposal," kata Bupati Erwin. Nada suaranya tegas. "Tapi harapan ribuan warga desa." Mereka ingin keluar. Dari kemiskinan. Dari keterasingan. Langkah Parigi Moutong ini berani. Sebuah simbol nyata. Daerah menjemput keadilan sosial. Langsung dari pusat. Gerbang Desa bukan sekadar program pemerintah. Ia tekad. Membangun dari akar. Dari desa. Untuk Indonesia yang lebih setara.

Baca Juga: Pelayaran Manado-Talaud Tertunda, Dampak Peringatan Tsunami Usai Gempa Rusia

Editor: Muhammad Aqil Azizi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini