Penetapan WP dan WPR bukan urusan teknis semata. Ada dimensi keadilan ruang yang lebih besar. Masyarakat di 53 titik lokasi berpotensi kehilangan akses terhadap lahan produktif mereka. Konflik agraria, kerusakan lingkungan, hingga pergeseran mata pencaharian bisa menjadi konsekuensi.
Sayutin Budianto menekankan hal ini berkali-kali. "Pansus dibutuhkan agar kita tidak salah ambil keputusan. Yang berbicara di sini bukan sekadar titik tambang. Tapi nasib warga," katanya.
Dengan masuknya NasDem sebagai fraksi yang menekankan audit substansi, arah kerja Pansus diperkirakan tidak akan hanya bersifat politis. Ada harapan bahwa tim ini akan bekerja berbasis investigasi kebijakan. Menelusuri celah administrasi. Mengaudit keabsahan prosedur. Dan yang terpenting, memastikan kepentingan rakyat tidak dikorbankan demi ekspansi wilayah tambang.
Baca Juga: Empat Fraksi DPRD Parigi Moutong Sepakat Bentuk Pansus, Satu Absen Jadi Alasan Penundaan
Artikel Terkait
Dari Lantai Pabrik ke Makam Pahlawan, Marsinah Akhirnya Diakui Negara Setelah 32 Tahun
Ledakan SMAN 72 Picu Pembatasan Game PUBG, Pramono Dukung Penuh Kebijakan Pemerintah
Mahfud MD Soroti Logika Hukum Kasus Roy Suryo, Pembuktian Ijazah Harus Duluan
Fraksi NasDem DPRD Parigi Moutong Tolak Pansus Seremonial, Desak Investigasi Mekanisme WP dan WPR
Empat Fraksi DPRD Parigi Moutong Sepakat Bentuk Pansus, Satu Absen Jadi Alasan Penundaan