Kehadiran mereka bukan formalitas belaka. Ini sinyal bahwa FTT diakui level nasional. Masuknya festival ke Kalender Karisma Event Nusantara 2025 membuktikan itu. Anwar bahkan menyebut terakhir ke kawasan ini saat Sail Tomini 2015.
"Sepuluh tahun berlalu," kenangnya. Kini saatnya event ini jadi aset pariwisata Sulteng. Bukan sekadar meriah sekali lalu dilupakan. Keberlanjutan jadi kata kunci.
Apa Harapan ke Depan untuk FTT?
Tahun kedua sebagai agenda resmi daerah. Pemda Parigi Moutong berkomitmen evaluasi berkelanjutan. Kualitas penyelenggaraan terus ditingkatkan. Dampak ekonomi bagi masyarakat harus meluas.
Erwin optimis FTT berkembang jadi ikon. Pariwisata Sulteng butuh wajah baru. Teluk Tomini punya potensi luar biasa. Dari pesisir hingga kepulauan. Dari budaya hingga bahari.
Festival ini menjadi jembatan. Mempromosikan potensi budaya daerah sekaligus memperkuat pariwisata berkelanjutan. Bukan lagi soal satu malam kemeriahan. Tapi strategi jangka panjang.
"Ini tentang masa depan ekonomi kita," tegas Erwin. Wisatawan akan datang kalau ada keberlanjutan. Investor akan lirik kalau infrastruktur memadai. Masyarakat akan sejahtera kalau ekonomi bergerak.
Malam itu, pelataran eks Sail Tomini menyaksikan lebih dari sekadar pembukaan festival. Ini deklarasi bahwa Parigi Moutong serius menggarap sektor pariwisata. Dengan dukungan provinsi dan pusat, mimpi itu bukan sekadar wacana.
Teluk Tomini menanti. Togean tersenyum. Keberlanjutan festival menjadi kunci membuka gerbang ekonomi baru. Pertanyaannya kini: akankah komitmen ini bertahan melewati euforia tahunan? Atau tenggelam seperti ombak yang datang lalu pergi?
Hanya waktu yang bisa menjawab. Namun satu hal pasti: benih telah ditanam. Tinggal merawatnya hingga berbuah manis.
Baca Juga: Pemda Parigi Moutong Sediakan Tenda UMKM Jelang Pembukaan FTT 2025, Tapi Kok Banyak Teriak Kecewa?
Artikel Terkait
178 Pendaki Terjebak di Ranu Kumbolo, Gunung Semeru Muntahkan Awan Panas Sejauh 4,5 Km
Pemda Parigi Moutong Sediakan Tenda UMKM Jelang Pembukaan FTT 2025, Tapi Kok Banyak Teriak Kecewa?
Pemda Parigi Moutong Buka Lapangan Kerja Keluar Negeri Lewat Kemah Pemuda 2025
Kejati Sulteng Tahan Tiga Tersangka Dugaan Korupsi Proyek Jalan Parimo, Kerugian Negara Tembus Rp3,8 Miliar
Pasar Tematik Agro Diresmikan, Wamen Koperasi: Jangan Sampai Berubah Jadi Kandang Kambing atau Tongkrongan