pemerintah

Parigi Moutong All Out di Penilaian Aksi Konvergensi Stunting Sulteng: Tantangan Pertahankan Juara 1

Kamis, 8 Mei 2025 | 00:33 WIB
Keterlibatan semua elemen di Parimo jadi kunci menghadapi penilaian konvergensi stunting Sulteng, usahakan juara 1 bertahan.

Sulawesitoday - Pemerintah daerah Parigi Moutong (Parimo) tampil all out saat mengikuti penilaian aksi konvergensi stunting tingkat Provinsi Sulawesi Tengah secara daring, Rabu (7/5/2025).

Dengan modal gelar juara 1 tahun lalu, Pemda Parimo menggandeng bidan desa, kepala puskesmas, camat, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), hingga TP-PKK untuk memaparkan delapan aksi konvergensi pencegahan stunting.

Konvergensi stunting adalah intervensi terpadu yang menyasar kelompok keluarga prasejahtera di desa.

Menurut Kepala Bappelitbangda Parimo, Irwan, S.K.M., M.Kes., setiap unsur mempresentasikan capaian program mulai dari pendataan balita, edukasi gizi, hingga pemantauan tumbuh kembang anak.

“Delapan aksi ini menjadi kerangka kami—dari promosi pangan lokal hingga sanitasi—semuanya kami sinergikan,” ujar Irwan usai sesi penilaian di ruang kerja Bupati Parimo.

Para juri, yang mayoritas dosen ahli gizi dan kebijakan publik, menggali bukti lapangan dan data pendukung. Irwan mengklaim, seluruh indikator telah dipenuhi dengan catatan cukup memuaskan.

Meski demikian, mempertahankan mahkota juara bukan perkara mudah. “Kalau gelar itu lepas, artinya kami harus tingkatkan kreativitas dan kerja keras lagi,” tuturnya.

Berdasarkan Sistem Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (EPPGBM), prevalensi stunting Parimo pada 2024 tercatat 9,8 persen—angka yang berada di bawah rata‑rata provinsi, namun menuntut perhatian berkelanjutan.

Data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) belum dirilis, tapi EPPGBM dianggap lebih “reel” karena real‑time dan berbasis lapangan.

Baca Juga: Rembuk Stunting Parigi Moutong, Pemerintah Daerah Desak Sinergi Lintas Sektor untuk Generasi Sehat

Ke depan, Pemda Parimo bakal menjaga momentum dengan merancang inovasi intervensi, misalnya posyandu musik dan kelas memasak gizi seimbang. Sinergi lintas sektor pun akan diperkuat melalui forum desa siaga.

Harapannya, bukan sekadar mempertahankan gelar, melainkan menurunkan angka stunting ke target nasional di bawah 8 persen. “Ini perjuangan kolektif; sukses satu pihak adalah kemenangan bersama anak‑anak kita,” pungkas Irwan optimis.

Tags

Terkini