• Selasa, 21 Juli 2026

10 Menit Mencekam, Puting Beliung Hantam 6 Desa di Suruh, Puluhan Rumah Roboh

.
Dwi Rahayu Putri, Sulawesi Today
- Rabu, 7 Mei 2025 | 22:35 WIB
Angin puting beliung hajar Kecamatan Suruh, 26 bangunan rusak. Warga berjibaku bersihkan puing, BPBD masih mendata.
Angin puting beliung hajar Kecamatan Suruh, 26 bangunan rusak. Warga berjibaku bersihkan puing, BPBD masih mendata.

Sulawesitoday - Hanya sepuluh menit, tapi cukup untuk mengacaukan sore yang tenang di Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang.

Angin puting beliung yang datang mendadak pada Selasa (6/5/2025) pukul 16.00 WIB, menyisakan 26 bangunan rusak di enam desa. Reruntuhan atap, dahan pohon, dan genting pecah jadi pemandangan yang kini mendominasi halaman warga.

"Anginnya datang cepat, suara menderu, langsung menghantam rumah-rumah," ujar Muslimin, Ketua RT 18 RW 04 Dusun Jetis, Desa Sedayu.

Di wilayahnya, enam rumah terdampak. Dua di antaranya rusak berat setelah dihantam pohon besar yang tumbang.

Tak hanya rumah. Sebuah warung luluh lantak, atap Balai Desa Medayu beterbangan, dan satu tiang listrik terjerembap ke tanah. Belasan pohon besar turut ambruk, menutup akses jalan desa dan memutus aliran listrik beberapa jam.

Di Desa Bonomerto, lima rumah dilaporkan rusak berat. Desa Sukorejo, Reksosari, Cukilan, Krandon Lor—semuanya terdampak, dengan tingkat kerusakan bervariasi.

Camat Suruh, Vega Lazuardi, memastikan bahwa tidak ada korban jiwa. Namun kerugian diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.

“Alhamdulillah tak ada korban. Tapi kami sedang terus mendata. Bantuan dari BPBD sudah mulai disalurkan, menyusul dari PMI dan Dinsos,” kata Vega saat ditemui Rabu (7/5).

Warga tak tinggal diam. Sejak malam kejadian, mereka bergotong royong membersihkan puing dan mengevakuasi pohon tumbang. Di beberapa titik, petugas TNI, Polri, dan BPBD berjibaku memotong batang pohon yang menghalangi jalan atau menimpa atap rumah.

Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Semarang, Alexander Gunawan, mengingatkan potensi serupa masih mengintai.

Baca Juga: Pria Tersungkur Dihantam Puting Beliung di Batam, Detik-Detik Terekam Warga

“Kondisi cuaca belum stabil. Warga yang punya pohon besar di pekarangan, lebih baik segera dipangkas,” ujarnya.

Langit Suruh mungkin sudah cerah pagi ini. Tapi sisa-sisa angin kemarin masih tertinggal—di tembok retak, di atap terbuka, di rasa was-was warga yang berharap angin tak kembali datang.

Editor: Dwi Rahayu Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini