Sulawesitoday - Aula Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Parigi pagi itu bergema khidmat saat digelar prosesi pisah sambut Kepala Lapas.
Acara yang berlangsung di Desa Olaya, Kecamatan Parigi, ini menandai berakhirnya masa tugas Didik Niryanto, A.Md, Ip.S.A.P., dan resmi menyambut kepemimpinan Idris Pirade Paserang, S.Sos, sebagai Kalapas baru.
Dalam kapasitas mewakili Penjabat Bupati Parigi Moutong, Sekretaris Daerah Zulfinasran membuka sambutan dengan ungkapan terima kasih yang tulus.
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten, kami menghargai dedikasi Bapak Didik Niryanto selama memimpin Lapas Kelas III Parigi. Pengabdian beliau telah meletakkan fondasi kuat bagi pembinaan warga binaan,” ujarnya, disambut tepuk tangan hadirin.
Sebelum menutup tugasnya, Didik Niryanto disebut sukses menata sistem pemasyarakatan berlandaskan kemanusiaan dan disiplin tinggi. Zulfinasran pun tak lupa menyematkan harapan besar kepada Kalapas baru.
“Selamat datang dan selamat menjalankan amanah, Pak Idris. Kami yakin tongkat estafet kepemimpinan akan berlanjut dengan semangat inovasi dan kolaborasi,” tuturnya.
Lebih lanjut, Zulfinasran menekankan pentingnya sinergi antara Lapas, pemerintah daerah, dan segenap elemen masyarakat. Dengan terjalinnya kerjasama yang solid, sistem pemasyarakatan di Parigi Moutong diharapkan semakin humanis, berorientasi pembinaan, dan berujung pada peningkatan ketenteraman publik.
“Program positif dari Lapas akan selalu mendapat dukungan penuh dari Pemda. Keberhasilan pembinaan warga binaan berdampak langsung pada ketertiban masyarakat,” ia menegaskan.
Acara yang semula sekadar seremoni ini justru menjadi momentum memperkuat tali silaturahmi antar-institusi. Pejabat desa, forkopimda, serta perwakilan keluarga narapidana hadir untuk menyaksikan pergantian pucuk pimpinan—sebuah simbol kesinambungan tugas dan komitmen bersama.
Baca Juga: Banggai Siapkan Gedung KI, Kemenkum Sulteng Gandeng Brida Dorong Inovasi Desa Sejak Dini
Menutup rangkaian, Idris Pirade Paserang menyampaikan kesiapan memimpin dan membuka diri pada masukan publik. Ia berjanji akan melanjutkan program pembinaan dengan sentuhan inovatif dan menjaga nilai-nilai keadilan. Dengan staf lapas yang solid dan dukungan Pemda, langkah ke depan diyakini semakin terarah.
Prosesi pisah sambut ini menegaskan bahwa transformasi dalam lembaga pemasyarakatan bukan semata pergantian nama, melainkan perwujudan kolaborasi antarlembaga demi visi pemasyarakatan yang lebih baik dan manusiawi.
Artikel Terkait
Truk TNI Bermuatan Amunisi Terbakar, Ledakan Bergemuruh Terdengar di Tol Gempol Arah Pandaan
Pria Tersungkur Dihantam Puting Beliung di Batam, Detik-Detik Terekam Warga
Prof. Zudan: Ruang Selebar‑lebarnya bagi ASN untuk Cantumkan Gelar di Data Kepegawaian
Suap, Pemerasan, Gratifikasi: KPK Bongkar Modus Korupsi ASN
Banggai Siapkan Gedung KI, Kemenkum Sulteng Gandeng Brida Dorong Inovasi Desa Sejak Dini