Sulawesitoday - Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong resmi membuka Central of Celebes Fire Fighter Skill Competition 2025 di Alun-alun Kota Parigi, Selasa (13/5/2025).
Ajang yang digelar bertepatan dengan peringatan HUT Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan ke-106 pada 1 Maret lalu ini menjadi panggung adu keterampilan dan profesionalitas petugas Damkar se-Sulawesi Tengah.
Menurut Nur Srikandi Puja Passau, Ketua Panitia, ini kali kedua Sulawesi Tengah menjadi tuan rumah, menyusul suksesnya edisi perdana di Kabupaten Banggai tahun 2024.
“Kompetisi ini bukan hanya soal cepat dan tepat, melainkan bagaimana kita mengasah taji, memperkaya pengetahuan, serta menumbuhkan kreativitas petugas di lapangan,” ujar Puja Passau.
Sebanyak 117 peserta—terdiri atas 103 atlet dan 14 official—bersaing di tiga cabang lomba. Kategori Hose Laying dan Ladder Pitching melibatkan tim beranggotakan empat orang, sedangkan nomor Survival diikuti tim dua orang.
Para kontestan berasal dari 14 instansi, antara lain Satpol PP dan Damkar Kabupaten Parigi Moutong, Morowali, Tojo Una-una, Banggai Kepulauan, Toli-Toli, Morowali Utara, Buol, Poso, Kota Palu, Banggai Laut, hingga Kabupaten Banggai.
Selain itu, BPBD Kabupaten Donggala, BPBD Parigi Moutong, serta Basarnas Palu turut mengirimkan delegasi.
Seluruh rangkaian perlombaan berlangsung dua hari, mulai 13 hingga 14 Mei 2025. Penilaian dilakukan oleh 12 juri berpengalaman dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Palu, yang selama ini malang melintang di ajang nasional.
“Kami menghadirkan panel juri bersertifikat, demi memastikan setiap poin dinilai objektif dan sesuai standar profesional,” kata Puja.
Lebih jauh, Puja berharap kompetisi ini akan mempererat sinergi antardaerah dalam upaya pencegahan dan penanganan kebakaran.
“Kolaborasi serta pertukaran teknik antara kabupaten/kota dapat memperkuat barisan Damkar Sulteng. Semoga kelak lahir personel yang tidak hanya cekatan, tetapi juga adaptif dan inovatif,” tuturnya.
Dengan antusiasme tinggi, Central of Celebes Fire Fighter Skill Competition 2025 diharapkan menjadi ajang pembinaan berkelanjutan. Tidak hanya memupuk profesionalisme, tetapi juga memperkokoh persaudaraan para pahlawan si jago merah di seluruh Sulawesi Tengah.